Miliarder Warren Buffet Akan Tunjuk Penerus di Berkshire Hathaway

Kamis, 11 Januari 2018 - 11:17 WIB
Miliarder Warren Buffet...
Miliarder Warren Buffet Akan Tunjuk Penerus di Berkshire Hathaway
A A A
OMAHA - Berkshire Hathaway telah mempromosikan dua eksekutif senior sebagai penerus masa depan untuk menggantikan bos miliarder, Warren Buffett.

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (11/1/2018), dua wakil presiden baru, Gregory Abel dan Ajit Jain sebagai penerus potensial Buffett yang memasuki usia 87 tahun yang telah memimpin ekspansi perusahaan investasi tersebut.

Promosi ini dirancang untuk memberi dua orang berpengalaman untuk menjalankan bisnis lebih banyak. Abel (55), saat ini menjabat sebagai kepala eksekutif Berkshire Hathaway Energy, ditunjuk sebagai wakil ketua operasi bisnis non-asuransi.

Sementara Jain (66), eksekutif Berkshire akan menjadi wakil ketua operasi asuransi. Keduanya juga sebagai dewan Berkshire.

"Ini adalah bagian dari gerakan menuju suksesi dari waktu ke waktu, dan mereka adalah dua tokoh kunci di Berkshire. Ini akan masuk akal dalam lima tahun yang lalu," kata Buffet.

Buffett telah memimpin Berkshire Hathaway selama lebih dari empat dekade, mengubahnya menjadi konglomerat kompleks dengan kepemilikan di pengangkutan, perusahaan asuransi besar, real estat, surat kabar dan utilitas.

Investasinya meliputi Geico, Kraft Heinz Co, Fruit of the Loom dan Acme Brick Company, serta anak perusahaan Northern Powergrid, yang melayani sekitar 3,9 juta pelanggan di Inggris.

Perusahaan dan anak perusahaannya mempekerjakan lebih dari 367.000 orang di seluruh dunia. Perusahaan dijalankan dengan cara yang terdesentralisasi, namun keputusan investasi utama tetap dikendalikan oleh Buffett dan wakil ketua Charlie Munger (93).

Buffett mengatakan bahwa dia masih pergi ke kantor pada Sabtu kemarin, namun perencanaan suksesi telah lama menjadi bagian dari diskusi di antara anggota dewan Berkshire Hathaway.

Buffett mengatakan Jain dan Abel mengawasi divisi yang berbeda, namun kira-kira sebanding dengan kekuatan dan kepentingan. "Mereka saling mengenal dengan baik, mereka saling menyukai dengan baik, mereka berdua memiliki bidang keahlian khusus," katanya.

Waktu Buffett di Berkshire telah membuatnya masuk jajaran orang terkaya di dunia, dengan perkiraan kekayaan beradasrkan Forbes hampir USD88 miliar. Terkadang disebut 'Oracle of Omaha', Buffett dikenal karena fokusnya pada investasi jangka panjang dan kepemilikan yang alami.

Dia tinggal di Omaha, Nebraska yang sama selama beberapa dekade dan berjanji untuk memberikan kekayaannya untuk amal. Buffett mengatakan bahwa 10 tahun lagi di firma tersebut akan menjadi "waktu yang lama" namun dia belum memiliki rencana untuk mengundurkan diri.

"Saya suka apa yang saya lakukan di Berkshire. Ini lebih menyenangkan dari yang saya kira bisa saya bayangkan," imbuhnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kekayaan Kaisar Rusia...
Kekayaan Kaisar Rusia Tsar Nicholas II, Salah Satu Pria Terkaya di Dunia
Profil Munib Al Masri,...
Profil Munib Al Masri, Orang Terkaya di Palestina yang Peduli dengan Kesejahteraan Wilayahnya
Baru 18 Tahun Punya...
Baru 18 Tahun Punya Harta Rp51,8 Triliun, Ini 15 Miliarder Muda Terkaya di Dunia
10 Tokoh Terkaya di...
10 Tokoh Terkaya di Indonesia Tahun 2020, Versi Forbes
Adu Tajir Triliuner...
Adu Tajir Triliuner Islam, Nasrani, Hindu, hingga Yahudi: Juaranya Punya Harta Rp3.514 Triliun
Profil Larry Ellison,...
Profil Larry Ellison, Miliarder Yahudi Terkaya Versi Forbes 2023
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
8 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
8 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
9 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved