Wall Street Melemah Terbebani Turunnya Saham GE dan Harga Minyak

Rabu, 17 Januari 2018 - 07:57 WIB
Wall Street Melemah...
Wall Street Melemah Terbebani Turunnya Saham GE dan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menghentikan kenaikan karena terbebani oleh pelemahan saham General Electric (GE) dan menurunnya harga minyak dunia menyeret sektor energi.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/1/2018), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 10,33 poin atau 0,04% menjadi 25.792,86, Indeka S & P 500 kehilangan 9,82 poin atau 0,35% menjadi 2.776,42 dan Nasdaq Composite turun 37,38 poin atau 0,51% menjadi 7.223,69.

Sektor energi turun 1,2% karena minyak mentah Brent melepaskan beberapa kenaikan baru-baru ini, turun hampir USD1 per barel. Sektor industri dan material adalah faktor utama lainnya pada S & P, masing-masing turun 0,9% dan 1,2%.

Saham General Electric turun 2,9% setelah menaikkan prospek pemecahan sendiri dan mengumumkan biaya lebih dari USD11 miliar dari portofolio asuransi perawatan jangka panjang dan Undang-Undang perpajakan AS yang baru.

Indeks Volatilitas CBOE naik ke level tertinggi lebih dari 1 bulan di level 11,66. "Harga energi yang lebih rendah menurunkan kita sedikit," kata Tracie McMillion, kepala strategi alokasi aset global di Wells Fargo Investment Institute di Winston-Salem, North Carolina.

Tapi, dia menambahkan bahwa investor terus bergerak ke ekuitas karena mereka melihat return. "Ini memberi makan pada dirinya sendiri, menjadi siklus yang baik, menarik lebih banyak orang," imbuh dia.

Sebelumnya pada Selasa, Dow Jones Industrial Average telah menembus di atas angka 26.000 untuk pertama kalinya karena pendapatan kuartal keempat turun ke awal yang kuat menyusul hasil optimis dari UnitedHealth dan Citigroup.

Saham UnitedHealth naik 1,9% setelah perusahaan asuransi kesehatan terbesar AS melaporkan hasil yang mengalahkan perkiraan dan menaikkan prospek pendapatan 2018. Lebih dari tiga perempat dari 30 perusahaan S & P 500 yang telah dilaporkan sejauh ini telah melampaui perkiraan laba, menurut Thomson Reuters.

"Anda biasanya melihat dan mengharapkan pasar menafsirkannya dengan cara yang positif, namun banyak sekali indeks yang bergerak mundur. Apa yang menahan mereka tampaknya spesifik perusahaan," kata Shawn Cruz, spesialis perdagangan senior di TD Ameritrade di Chicago.

Cruz menambahkan bahwa indeks kondisi bisnis Federal Reserve Bank of New York, yang sedikit di bawah ekspektasi pada Selasa, mungkin juga berkontribusi terhadap penurunan Wall Street.

Saham Merck melonjak 5,8% setelah hasil awal dari studi kunci menunjukkan obat blockbuster Keytruda dan dua obat kemoterapi membantu pasien kanker paru hidup lebih lama dan menghentikan penyakit ini dari kemajuan.

Saham Viacom turun 7,0% setelah sumber mengatakan kepada Reuters CBS Corp dan perusahaan tersebut tidak dalam diskusi merger.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
13 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved