AS Terapkan Tarif Tinggi Impor, China dan Korsel Kena Dampak

Selasa, 23 Januari 2018 - 17:31 WIB
AS Terapkan Tarif Tinggi...
AS Terapkan Tarif Tinggi Impor, China dan Korsel Kena Dampak
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menyetujui kebijakan tarif kontroversial impor untuk beberapa produk seperti mesin cuci dan panel surya. Langkah ini sejalan dengan kebijakan perdagangan 'America First' yang diusung Presiden Donald Trump yang bertujuan untuk melindungi produsen lokal dari persaingan produk luar negeri.

Seperti dilansir BBC, Selasa (23/1/2018) kebijakan ini diyakini akan sangat berdampak pada produsen panel surya asal China dan produsen mesin cuci dari Korea Selatan (Korsel). Kedua negara tersebut telah mengeluarkan kritik keras terhadap kebijakan tarif yang kerap disampaikan oleh Presiden Trump.

Tindakan tersebut dilihat sebagai langkah awal perdagangan presiden yang paling signifikan sejak keputusannya untuk menarik AS keluar dari kesepakatan kemitraan Trans Pacific (TPP) dan menegosiasikan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Alasan pengetatan kebijakan tarif telah disetujui oleh Presiden Trump setelah Komisi Perdagangan Internasional AS menemukan fakta bahwa produsen lokal tergerus oleh produk impor yang lebih murah. Tarif yang ditetapkan untuk panel surya lebih rendah dari perkiraan produsen AS dalam negeri begitu juga dengan mesin cuci.

Namun kini menjadi lebih mahal mencapai 50% dalam beberapa kasus, seperti tercatat dalam dokumen AS. Korea Selatan memberikan respons dengan menegaskan bakal mengajukan protes ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dengan alasan tarif tersebut berlebihan dan sangat disayangkan.

Perusahaan asal Korsel termasuk Samsung dan LG seperti diketahui bersaing ketat dalam pasar mesin cuci dengan perusahaan AS seperti Whirlpool. Sementara China, produsen panel surya terbesar di dunia, mengatakan langkah tersebut akan semakin merusak iklim perdagangan global.

Bagaimana tarif ini akan berlaku, diterangkan yakni 1,2 juta pertama mesin cuci impor untuk tahun pertama akan ditetapkan dari 20% dan berikutnya bisa mencapai 50%. Sedangkan pada tahun ketiga masing-masing bakal turun 16% hingga 40%.

Sementara itu, kenaikan tarif pada panel surya impor dan modul di tahun pertama akan menjadi 30%, turun menjadi 15% pada tahun keempat. Meskipun 2,5 gigawatt (GW) sel impor akan diizinkan dalam tarif bebas setiap tahunnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
13 menit yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
1 jam yang lalu
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
9 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
10 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved