Hunian Favorit Jabodetabek

Rabu, 24 Januari 2018 - 08:49 WIB
Hunian Favorit Jabodetabek
Hunian Favorit Jabodetabek
A A A
JAKARTA - Pasar properti Indonesia pada tahun ini disebut sejumlah kalangan akan lebih menarik dan prospektif dibandingkan tahun 2017 lalu. Bicara lokasi, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) masih menjadi area favorit incaran konsumen.

Konsep properti Indonesia yang diminati masyarakat, terutama generasi milenial, saat mencari hunian umumnya tak hanya mengutamakan bentuk bangunannya. Sebenarnya ada banyak sekali pertimbangan psikologis sebagai faktor yang tepat untuk memilih sebuah hunian.

Di samping pemilihan spesifikasi bangunan dan lokasinya, saat ini konsumen mulai peka saat memilih desain dan konsep properti yang ditawarkan pengembang. Maka dari itu, cermat mengetahui kebutuhan pasar merupakan kunci paling utama yang wajib dimiliki developer sebelum membangun proyek hunian.

Untuk lokasi, Jabodetabek masih menjadi lokasi incaran bagi responden yang membeli rumah, dengan Jakarta berada di posisi teratas, disusul Bogor. Di luar Jabodetabek, Bandung menjadi kota favorit selanjutnya. Kemudian disusul Surabaya dan Semarang.

Terkait harga, pasar properti di Indonesia ke depannya masih didominasi hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar per unitnya. Kaum milenial pun mengincar tempat tinggal dengan harga menengah tersebut.

Menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, orientasi pengembang pada tahun ini mengarah pada pembangunan produk properti yang bisa dijangkau pasar generasi milenial. Apalagi segmen ini berpotensi untuk terus tumbuh hingga sepuluh tahun mendatang. Daya beli kelompok milenial, lanjut dia, didukung oleh orang tua yang sudah mapan secara ekonomi.

Kemampuan mereka dalam membeli properti hanya berkisar antara Rp500 juta sampai Rp1 miliar. “Namun, jumlah penduduk dari segmentasi ini akan terus bertambah secara signifikan karena adanya bonus demografi sehingga berpengaruh terhadap industri ini,” tutur Panangian.

Serpong di kawasan Tangerang, banyak menjadi pilihan masyarakat dan pengembang untuk membangun hunian. Kawasan ini memiliki akses tol langsung dan memiliki fasilitas penunjang yang lengkap sehingga penghuni rumah maupun apartemen bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, apabila disewakan, potensinya juga tinggi yang berasal dari mahasiswa di beberapa kampus ternama maupun para pekerja perkantoran yang banyak dibangun di Serpong. Untuk rumah tapak, lingkungan di daerah ini sudah terbentuk dengan baik. Salah satu perumahan unggulan yang ada di sana adalah Serpong Natura City.

Mengusung konsep small city seluas 205 hektare dengan gaya natural, perumahan yang dikembangkan oleh PT Serpong Karya Cemerlang itu telah sukses dibangun dan bahkan terjual sangat baik. Kawasan Sentul, Bogor, juga menjadi kawasan permukiman favorit bagi para pencari hunian.

Kondisi lahan di Sentul yang masih bayak tersedia untuk perumahan merupakan salah satu nilai tambah untuk melengkapi kawasan ini menjadi kota mandiri. Salah satunya yang dikembangkan, Sentul City yakni empat tower apartemen bernama Saffron dalam kawasan Centerra. “Target market apartemen Saffron memang di atas produk sebelumnya,” kata Andy Natanael, Wakil Presiden Direktur PT Sentul City Tbk. (Rendra Hanggara)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved