Alasan Pemerintah Caplok Hak Partisipasi Rio Tinto di Freeport

Kamis, 25 Januari 2018 - 19:29 WIB
Alasan Pemerintah Caplok...
Alasan Pemerintah Caplok Hak Partisipasi Rio Tinto di Freeport
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerangkan, alasan pemerintah untuk mencaplok hak partisipasi (participating interest) Rio Tinto di PT Freeport Indonesia, karena pemerintah ingin bisa menguasai saham Freeport dengan harga wajar.

Hal tersebut mengingat, harga saham divestasi yang ditawarkan raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut ketinggian. Dia mengatakan, nantinya hak partisipasi Rio Tinto yang sebesar 40% bisa dikonvesrsi menjadi saham.

Menurutnya, pemerintah hanya ingin mencapai kepemilikan 51% saham dengan harga wajar. "Kalau harga wajar ya berbagai cara, asal harganya bisa mencapai harga yang wajar. Participating interest Rio Tinto itu didalam PTFI di 2021 bisa dikonversi menjadi saham," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Saat ini, kata dia, pemerintah telah berunding dengan Freeport guna memastikan jika pemerintah mengambil 40% hak partisipasi Rio Tinto, maka akan dapat dikonversi menjadi saham dengan persentase yang sama yaitu 40%.

"Kami sudah berunding dengan Freeport, bahwa kalau pemerintah Indonesia mengambil 40% participating interest, itu pada tahun yang sama dapat dikonversi sebagai saham PTFI sebesar 40%. Jadi, 40% ditambah 9% (yang sudah dimiliki Indonesia). Jadi sisanya 5% dari PT Indo Copper," jelas dia.

Kendati demikian, Jonan menyerahkan persoalan ini kepada PT Inalum (Persero), Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangna. Pihaknya hanya mempersiapkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dan peraturan pendukung lainnya.

"Dalam IUPK prinsipnya satu saja dan PTFI juga menerima. Penerimaan negara secara agregat lebih besar. Freeport bersedia selesaikan smelter lima tahun," imbuhnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
35 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved