Indonesia Dibanjiri Dana Asing

Sabtu, 27 Januari 2018 - 11:45 WIB
Indonesia Dibanjiri...
Indonesia Dibanjiri Dana Asing
A A A
JAKARTA - Modal asing yang masuk ke pasar uang Indonesia sejak 1 hingga 26 Januari 2018 mencapai Rp46 triliun. Jumlah ini meningkat sekitar 170% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17 triliun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan aliran modal asing masih terus masuk ke Indonesia. Hal ini ditopang fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Kondisi ini tecermin dari inflasi 3,61% (tahun ke tahun) pada akhir2017 dan defisit neraca transaksi berjalan yang diproyeksikan di bawah 2% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2017.

Agus menambahkan, kenaikan level Indonesia dalam peringkat Fitch Ratings, 20 Desember 2017, juga berkontribusi masuknya modal asing. “Jadi kelihatan bagaimana minat dari investor luar negeri yang percaya kepada ekonomi Indonesia. Jadi, saya ingin menyampaikan bahwa kondisi kita secara umum baik,” kata Agus.

Stabilitas makroekonomi menurut dia hingga akhir Januari masih terjaga dengan baik. Sebagai otoritas yang menjaga stabilitas, Bank Sentral melihat ada peningkatan tekanan inflasi karena meningkatnya harga pangan selama bulan ini. Namun, Agus mengatakan tekanan dari harga pangan yang bergejolak masih terjaga dan dalam rentang sasaran inflasi nasional BI pada 2,5% sampai 4,5% (tahun ke tahun) pada 2018.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI pada pekan keempat Januari 2018, inflasi bulanan diproyeksikan 0,73% (bulan ke bulan). “Kita juga mengidentifikasi ada sumber-sumber inflasi, misalnya tadi harga beras, harga daging ayam.

Kita lihat hortikultura seperti cabai dan kita sambut baik bahwa pemerintah sudah mengimpor beras karena untuk meyakini tersedianya suplai beras yang cukup,” kata Agus.

Otoritas moneter melihat risiko eksternal yang harus diwaspadai adalah pengetatan kebijakan suku bunga acuan negara-negara maju yang dapat memacu aliran dana keluar dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

“Kita melihat 2018 ini ada beberapa negara maju yang di 2017 sudah mulai menaikkansukubunga,” katanya. Pada 2018, lanjut Agus, ada yang akan kita perkirakan menaikkan bunga lagi. Bahkan, ada yang menaikkan suku bunga dua kali hingga tiga kali.

“Jadi tentu kita harus siap-siap, harus waspada karena iklim dunia akan ada kondisi di mana bank-bank sentral negara maju akan menaikkan tingkat bunga,” kata Gubernur BI.

Besarnya dana asing yang masuk tersebut memicu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang Januari ini, nilai tukar rupiah telah menguat 1,84% ke level 13.300 per dolar AS.

Penguatan terjadi karena membesarnya pasokan dolar AS seiring derasnya aliran masuk dana asing. Pada penutupan perdagangan di pengujung tahun lalu, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.555 per dolar AS, sedangkan kemarin nilai tukar ditutup di posisi Rp13.306 per dolar AS.

Ini artinya, nilai tukar rupiah menguat 1,84%. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, masuknya modal asing menandakan optimisme terhadap perekonomian Indonesia seiring dengan perbaikan rating utang dan pemulihan daya beli.

Kinerja ekspor juga cukup positif dengan kenaikan lebih dari 16% (yoy). “Harga komoditas khususnya minyak yang terus naik di atas USD70 per barel menjadi sentimen positif atas membaiknya sektor pertambangan, migas, dan perkebunan tahun ini,” kata Bhima saat dihubungi kemarin.

Perkembangan ekonomi digital baik ecommerce maupun fintech juga turut men-support pertumbuhan dana asing. Misalkan, suntikan modal Alibaba dan Tencent serta pemain global lainnya ke e-commerce, transportasi online dan perusahaan startup fintech membuat investasi langsung tumbuh 7% (yoy) di kuartal III/2017.

Tapi, di sisi lain perlu dicermati bahwa investor asing makin mendominasi di surat utang pemerintah dengan porsi 41% terhadap total kepemilikan. “Potensi masuknya dana asing tahun ini harus diiringi dengan mitigasi risiko jika terjadi sudden capital outflow atau tren dana asing yang berbalik arah,” ungkap dia.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, aliran modal asing pada pasar keuangan Indonesia pada Januari ini memang cenderung meningkat di mana investor asing membukukan pembelian bersih sebesar USD323 juta di pasar saham.

Sementara investor asing membukukan pembelian bersih sebesar USD2,82 miliar di pasar obligasi. Dia menuturkan, tingginya minat investor asing pada aset berdenominasi rupiah ditopang oleh pelemahan nilai tukar dolar terhadap mata uang dunia sehingga mendorong rally di pasar keuangan global, termasuk pasar negara berkembang. (Kunthi Fahmar Sandy/Ant)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Awal Februari, Arus...
Awal Februari, Arus Modal Asing Tembus Rp12,12 Triliun
Modal Asing Berkontribusi...
Modal Asing Berkontribusi 46% dari Total Investasi, Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Pemkab Takalar Raih...
Pemkab Takalar Raih Penghargaan Promosi Penanaman Modal Asing
Investasi Diprediksi...
Investasi Diprediksi Bakal Tumbuh hingga 4% di 2021
5 Negara Pengirim Modal...
5 Negara Pengirim Modal Terbesar ke Indonesia, Ini Rajanya dalam 10 Tahun Terakhir
Singapura Sumber Investasi...
Singapura Sumber Investasi Asing Terbanyak di Indonesia
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
32 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
11 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved