BI Kembangkan Sentra Agribisnis Bawang Merah

Selasa, 30 Januari 2018 - 19:02 WIB
BI Kembangkan Sentra...
BI Kembangkan Sentra Agribisnis Bawang Merah
A A A
BANDUNG - Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, bakal menjadi sentra agribisnis bawang merah. Sentra tersebut diharapkan mampu menyuplai kebutuhan bawang merah ketika terjadi inflasi.

Penetapan kawasan agribisnis bawang merah setalah tiga pihak yaitu Bank Indonesia (BI) wilayah Jawa Barat, Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pemkab Bandung melakukan penandatanganan MoU, hari ini.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jabar Wiwiek S Widayat mengatakan, rencana pengembangan agribisnis bawang merah akan diberlakukan pada lahan seluas 5 hektare (ha). Kawasan pertanian itu akan mendapatkan bantuan dan pendampingan selama tiga tahun.

"Kami memilih bawang merah karena komoditi ini masuk pada kebutuhan volatile food. Total ada 25 komoditi. Nah, ini yang sedang kami kembangkan oleh BI agar pasokan kepada masyarakat terjamin," jelas Wiwiek usai penandangan MoU di kawasan tersebut, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, pengembangan agribisnis pertanian dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi di Provinsi Jabar. Bawang merah merupakan salah satu komoditi pemicu inflasi Jabar. Hal ini terbukti selama tiga tahun berturut-turut sejak 2015-2017 komoditi bawang merah berkontribusi terhadap inflasi sebesar 1,24%.

"Pengembangan agribisnis pertanian melalui program pengembangan klaster yang dilakukan oleh bank sentral ini merupakan upaya dalam pengendalian inflasi. Arahnya pada komoditas ketahanan pangan, komoditas sumber tekanan inflasi dan berorientasi ekspor," beber dia.

Pengembangan agribisnis pertanian komoditi bawang merah di Kabupaten Bandung diawali dengan melibatkan kelompok tani Tricipta. Namun, ke depan diharapkan dapat berkembang dan melibatkan kelompok tani bawang merah
lainnya yang ada di Kabupaten Bandung.

Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan
Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra bawang merah terbaik dan terbesar di Indonesia.

Rektor Unpad Med Tri Hanggono Achmad mengatakan, tantangan bidang pertanian bukan hanya pada persoalan produksi. Tapi juga meliputi persoalan tata kelola perdagangan. Produk pertanian yang telah dihasilkan bisa tersalurkan kepada masyarakat dengan baik.

"Sehingga, konsep agri bisnis ini penting, tapi kita harus ingat, melakukan pengembangan agri bisnis tak bisa lepas dari kehidupan masyarakat sekitarnya. Ada faktor lingkungan sosial lainnya yang harus jadi perhatian," ujar dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Delegasi 20 Negara Pelajari...
Delegasi 20 Negara Pelajari Inovasi Bawang Merah di Indonesia
Sama-Sama Merah, Cabai...
Sama-Sama Merah, Cabai Lebih Galak Bikin Kenaikan Harga Dibanding Bawang
Khasiat Bawang Merah...
Khasiat Bawang Merah yang Telah Dibuktikan oleh Al Quran dan Sains
Pasokan Bawang Merah...
Pasokan Bawang Merah Jelang Lebaran Dijamin Aman
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Petani Bawang Brebes...
Petani Bawang Brebes Mengeluhkan Masuknya Bawang Bombai Mini Tanpa Izin
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved