Pemain Asing di Industri Digital Harus Dibatasi demi Pemain Lokal

Jum'at, 02 Februari 2018 - 09:21 WIB
Pemain Asing di Industri...
Pemain Asing di Industri Digital Harus Dibatasi demi Pemain Lokal
A A A
JAKARTA - Era digital membuat transaksi menjadi semakin mudah. Kini berbagai produk dijajakan secara online di berbagai platform e-commerce. Hal ini juga memungkinkan masyarakat untuk dengan mudah mendapatkan produk dari luar negeri.

Sayangnya, hal ini lebih banyak dinikmati oleh pemain asing. Meski pemain lokal turut memanfaatkan e-commerce, namun pemain dan produk asing lebih mendominasi sehingga pangsa pasar untuk pemain lokal masih terbilang kecil.

Praktisi IT Irvan Nasrun mengatakan, pemerintah perlu membatasi ruang gerak pemain asing. Hal ini ditempuh demi mengembangkan pemain lokal di Tanah Air. Dijelaskan Irvan, pemerintah harus mewajibkan pemain asing untuk membuka kantor perwakilan di Indonesia.

“Pemerintah perlu membatasi ruang gerak pemain asing. Pemain asing harus membuka kantor cabangnya di Indonesia,” ujar Irvan di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Selain itu, ia merekomendasikan pemerintah untuk mendorong pemain asing membayar pajak di Indonesia serta mematuhi peraturan yang berlaku. “Mereka juga harus membayar pajak di Indonesia dan tunduk pada Undang Undang yang berlaku,” imbuh Irvan.

Lebih lanjut Irvan menilai perlunya pemerintah untuk membatasi pemain asing dengan mendorong sumber daya manusia (SDM) yang didominasi oleh tenaga lokal.

Sebelumnya, Direktur Pemberdayaan Industri Informatika Kemkominfo, Septiana Tangkari menyatakan bahwa produk impor masih menguasai pangsa pasar perdagangan online sekira 60%. Artinya diperlukan regulasi untuk mengatur dan membatasi pemain asing demi mengembangkan pemain lokal di industri digital.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dominasi E-Commerce...
Dominasi E-Commerce di Ekonomi Digital Indonesia
Ditopang E-Commerce,...
Ditopang E-Commerce, Ekonomi Digital RI Diramal Tembus Rp2.000 Triliun
Marak PHK Perusahaan...
Marak PHK Perusahaan Digital, Ini Strategi E-Commerce untuk Bertahan
E-Commerce Makin Moncer,...
E-Commerce Makin Moncer, Startup Binaan HUB.ID Perluas Pasar Pedesaan
Belanja Online Makin...
Belanja Online Makin Diminati, Transaksi Harian E-Commerce Melonjak 26%
Duh, Tingkat Kecurangan...
Duh, Tingkat Kecurangan Transaksi e-Commerce Capai 35%
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved