Cara Mendag Hadang Serbuan Produk Impor di Indonesia

Jum'at, 02 Februari 2018 - 16:20 WIB
Cara Mendag Hadang Serbuan...
Cara Mendag Hadang Serbuan Produk Impor di Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam waktu dekat berencana memanggil pelaku usaha e-commerce yang ada di Indonesia. Hal ini terkait menjamurnya produk-produk impor yang dijual di toko-toko online.

(Baca: Bos Blibli Minta Aturan Pajak E-Commerce Harus Fair )

Dia mengatakan, salah satu pengusaha e-commerce pun telah mengakui bahwa mayoritas barang dagangannya adalah produk impor. Sebab itu, dia akan memanggil para pelaku usaha e-commerce tersebut agar dapat menampung dan menjual produk lokal.

"Salah satu marketplace itu menyampaikan secara jujur bahwa dari 2,5 juta hanya 100 ribu domestiknya. Artinya itu di bawah 10% produk dalam negeri yang dijual melalui marketplace," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Mantan Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) ini akan meminta pengusaha e-commerce untuk menjual produk lokal, khususnya produk-produk usaha kecil menengah (UKM). Minimal, produk dari UKM binaan yang memang sudah terseleksi secara kualitas.

"Kita juga minta kepala dinas provinsi untuk menyampaikan itu, dengan jaminan dari masing-masing daerah. Mereka harus bisa meneliti. Sebab, jangan sampai konsumen itu kapok. Kita sesuai arahan Presiden, online ini atau e-commerce ini harus bisa kita manfaatkan untuk memasarkan produk kita keluar, bukan negara kita dijadikan pasar oleh produk luar," terang dia.

Selain itu, lanjut Politisi Partai Nasdem ini, untuk marketplace luar negeri yang mengirimkan barang ke Tanah Air rencananya akan dibuatkan aturan agar barang yang mereka kirimkan ke Indonesia harus dimasukkan terlebih dahulu ke Pusat Logistik Berikat (PLB). Pasalnya, selama ini mereka dengan mudah mengirimkan barnag tanpa dikenakan pajak.

"Sambil kita memproses peraturan terkait e-commerce ini, maka ada hal yang harus kita beri catatan, bagaimana marketplace luar yang mengirimkan produk kesini, kalau kita bicara level of playing field, mereka tidak bayar PPn, PPh, apalagi tenaga kerja dan sebagainya. Ini bagian dari yang harus kita rumuskan. Bisa saja kita akan memanfaatkan PLB untuk produk kesana. Saya pikir juga nanti keterkaitannya apakah ini masih di border gitu, tapi dengan perusahaan logistik akan kita bicarakan," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Perbedaan E-Commerce...
5 Perbedaan E-Commerce dan Social Commerce dalam Bisnis, Sering Dianggap Sama
Pelaku Usaha Perlu Gabung...
Pelaku Usaha Perlu Gabung E-commerce Agar Tidak Tertinggal
Ultah ke-6 Perusahaan,...
Ultah ke-6 Perusahaan, OrderOnline Gali Terus Masukan Pengguna
E-commerce Melejit,...
E-commerce Melejit, Perusahaan Logistik Tingkatkan Pelayanan Impor
Duh, Impor Barang e-Commerce...
Duh, Impor Barang e-Commerce Pengaruhi Neraca Dagang RI Akhir Tahun
Kemendag Terima 931...
Kemendag Terima 931 Pengaduan Konsumen di 2020, Terbanyak Soal E-Commerce
Berita Terkini
Purbaya Ungkap Fakta...
Purbaya Ungkap Fakta Mengejutkan soal Penangkapan Kepala BGN, Apa Itu?
1 jam yang lalu
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
2 jam yang lalu
UI dan Binus Adu Inovasi...
UI dan Binus Adu Inovasi Kembangkan Desa Wisata Tomohon, Siapa Terpilih?
2 jam yang lalu
Modernland Realty Dorong...
Modernland Realty Dorong Pertumbuhan Bisnis Berbasis Keberlanjutan
2 jam yang lalu
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
2 jam yang lalu
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved