Budi Karya Ingin Ubah Biaya Tol Laut Menjadi Berbasis Kontainer

Jum'at, 02 Februari 2018 - 22:28 WIB
Budi Karya Ingin Ubah...
Budi Karya Ingin Ubah Biaya Tol Laut Menjadi Berbasis Kontainer
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan berencana mengubah sistem tol laut, dari berbasis angkutan menjadi berbasis kontainer. Hal ini demi menekan disparitas harga, khususnya di wilayah Indonesia timur.

"Jadi kalau kita mau kirim berbasis angkutan tentunya berapa pun isinya kita harus bayar. Jadi kita akan deteksi kota ini berapa, 100 kontainer, 200 kontainer, 50 kontainer, kita akan kirim sesuai volume atau kebutuhan itu," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Jumat (2/2/2018).

Menurut Budi Karya, langkah ini dilakukan karena tingkat keterisian angkutan balik belum maksimal. Dengan sistem berbasis kontainer, diyakini Menhub akan lebih dapat menekan biaya pengangkutan.

"Karena angkutan balik kan belum maksimal jadi kita bisa mereduksi cost atas itu. Kira-kira (pengurangan biaya) 30%-40% karena uangnya ini bisa kita pakai kegiatan-kegiatan untuk menambah jalur dan menambah intensitas," terangnya.

Budi Karya mengakui, saat ini masih ada daerah yang hanya disandari kapal tol laut dua pekan sekali. Dengan upaya penekanan biaya ini, diharapkan nantinya dapat menambah intensitas kapal tol laut di suatu daerah.

Selain merubah sistem tol laut, menurut dia, pihaknya juga akan segera merestrukturisasi pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia agar lebih murah, lebih cepat, dan lebih transparan.

"Kami akan menerapkan delivery order (DO) online. Selama ini namanya DO itu dari pintu ke pintu, fisik harus hadir. Ini kan butuh waktu dan juga mengakibatkan tidak sesuai tata kelola yang baik. Dengan DO online, ini bisa berjalan," ujarnya. Untuk hal ini, Budi Karya mengatakan perlu adanya perubahan kebiasaan dan konsistensi pihak-pihak terkait untuk bisa mengaplikasikan sistem DO online ini.

Selain itu, ia berharap operasional Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan dengan kapasitas 60% dari total barang yang bergerak di Indonesia, dapat beroperasi 7 hari dalam sepekan. Hal ini perlu dilakukan, karena menurutnya, dengan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok 5 hari akan berpengaruh pada distribusi barang dari daerah-daerah di sekitar Jakarta.

"Kami ingin sekali memudahkan apabila operasi dari Pelabuhan Priok itu tidak 5 hari tapi 7 hari. Jadi sekarang ini, Sabtu-Minggu, barang ada tetapi orang-orangnya tidak aktif. Kami minta aktif semuanya sehingga barang-barang kalau begitu hari Jumat tadinya setop, ini barang-barang bisa jalan," ungkapnya.

Budi Karya berharap perubahan waktu operasional Pelabuhan Tanjung Priok dari 5 hari menjadi 7 hari ini akan mulai dilaksanakan pada Maret 2018.
(ven)
Berita Terkait
Antisipasi Kepadatan...
Antisipasi Kepadatan Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Menhub Gelar Pertemuan
Bantu Calo Tiket Kapal...
Bantu Calo Tiket Kapal Laut, Suster Muda Diringkus di Pelabuhan Tanjung Priok
Si Denok Bandarwati,...
Si Denok Bandarwati, Sejarah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
Masih Misteri, Bunker...
Masih Misteri, Bunker di Stasiun Tanjung Priok Bisa Tembus ke Pulau Onrust
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Arus Balik, Ribuan Pemudik...
Arus Balik, Ribuan Pemudik Tiba di Jakarta via Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
Sebut Batas Umur Jadi...
Sebut Batas Umur Jadi Penghambat Pencari Kerja, Wamenaker Minta Dihapus!
7 jam yang lalu
Atur Waktu Balik Jakarta,...
Atur Waktu Balik Jakarta, Diskon 20% Tarif Tol Kalikangkung-Cikampek Sampai 10 April 2025
8 jam yang lalu
PLN IP Berhasil Penuhi...
PLN IP Berhasil Penuhi Kebutuhan Listrik Malam Takbir dan Idulfitri
9 jam yang lalu
Perkuat Branding lewat...
Perkuat Branding lewat Kemasan, Custoom.in Bantu UMKM Naik Kelas
10 jam yang lalu
Industri Tekstil: Harus...
Industri Tekstil: Harus Pintar-pintar Menyikapi Tarif Impor AS
11 jam yang lalu
Wajib Tahu, Ini Cara...
Wajib Tahu, Ini Cara Hitung dan Bayar Pajak Kendaraan di Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
3 Mineral Langka Ukraina...
3 Mineral Langka Ukraina Termahal Ingin Direbut Paksa AS
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved