Pameran Dagang, Produk Indonesia Kian Populer di Senegal

Jum'at, 09 Februari 2018 - 16:54 WIB
Pameran Dagang, Produk...
Pameran Dagang, Produk Indonesia Kian Populer di Senegal
A A A
KAOLACK - Duta Besar Republik Indonesia untuk Dakar, Mansyur Pangeran mengatakan, kerja sama perdagangan Indonesia-Senegal dalam beberapa tahun terakhir telah meningkat pesat. Hal ini disampaikan saat Indonesia menjadi tamu kehormatan pada Pameran Dagang Internasional Kaolack/Foire Internationale de Kaolack (FIKA) ke-3 yang akan digelar pada 1-14 Februari 2018 di Provinsi Kaolack (± 200 km dari Dakar).

“Peningkatan ini tidak hanya sekedar data statistik namun juga ditunjukkan dengan dapat dijumpainya dengan mudah berbagai produk Indonesia di pasar-pasar tradisional Senegal seperti minyak kelapa sawit, furnitur, tekstil sabun/deterjen, makanan/minuman, mie instan, dan produk elektronik,” terang Dubes dalam sambutannya di hadapan ratusan tamu undangan, Jumat (9/2/2018).

Dubes juga mengingatkan keseriusan Pemri dalam meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Afrika dengan akan diselenggarakannya Indonesia-Afrika Forum di Bali, 10-11 April 2018. “Kita mengamati bahwa animo para pedagang lokal untuk ikut pameran cukup tinggi karena banyak dari mereka yang sudah memiliki bisnis dengan pengusaha Indonesia,” lanjut Dubes.

Pada FIKA tahun lalu stand Indonesia dikerubuti pengunjung dengan hadirnya Mie Sedap di Senegal. Kali ini di hadapan Perdana Menteri Senegal, Dubes Mansyur memamerkan miniatur pesawat CN-235 kebanggaan Indonesia yang telah dibeli oleh Pemerintah Senegal. Tidak ketinggalan Ia juga mempromosikan berbagai produk unggulan nasional dan produk industri strategis lainnya kepada PM Dione.

Perdana Menteri Senegal, Mahammed Boun Abdallah Dionne, yang membuka secara resmi pelaksanaan FIKA, mengapresiasi kesediaan Indonesia untuk bertindak sebagai negara tamu kehormatan. Dikatakannya, Pemerintah Senegal mendukung penuh pelaksanaan FIKA, mengingat Provinsi Kaolack berperan sebagai hub yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, serta merupakan salah satu wilayah termaju di Senegal.

Sementara Ketua Kadin Nasional Senegal juga menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia yang dipandang sebagai negara emerging untuk dijadikan model pembangunan bagi Senegal. Disampaikan olehnya bahwa peluang produk halal Indonesia di Afrika yang memiliki pasar 300 juta penduduk memiliki potensi perdagangan mencapai USD2,9 miliar.

FIKA 2018 kali ini mengangkat tema “ Halal: dari standar masyarakat menuju standar ekonomi.” Peserta FIKA sebagian besar berasal dari 14 provinsi Senegal dan beberapa negara Afrika lainnya, antara lain Mali, Gambia, Benin, dan Burkina Faso.

Pejabat KUKPTTOKI yang diwakili M. Amar Ma’ruf, Asisten Hublu dan Kerja Sama Teknik, juga hadir pada FIKA dalam rangkamempromosikan produk gula aren yang dapat dikembangkan sebagai sumber energi alternatif (bio-etanol).

Pada pameran, KBRI Dakar mendisplai dan memamerkan berbagai sampel produk, replika dan brosur industri strategis Indonesia, antara lain PT. Dirgantara Indonesia, PT. INKA, PT. PAL Indonesia, PT. Pindad dan perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengekspor berbagai produk unggulan antara lain teh dan kopi, ban mobil pakaian militer, furniture, produk dan alat pertanian, sabun/deterjen/lotion anti nyamuk, mie instan, minyak kelapa sawit, minyak/salep gosok anti nyeri, balsam dan kain-kain batik.

Selain itu, KBRI juga menyuguhkan Mie Sedap yang diimpor oleh perusahaan milik Ketua KADIN Senegal, CCBM, bagi para pengunjung distand KBRI.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Turki Stop Perdagangan...
Turki Stop Perdagangan dengan Israel, Importir Zionis Kelimpungan
Ratifikasi Perjanjian...
Ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Kanada Tuntas Tahun Ini
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
38 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved