Wall Street Berhasil Rebound Lebih 1%
Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:12 WIB
Wall Street Berhasil Rebound Lebih 1%
A
A
A
NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat alias Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat berhasil rebound alias balik menguat. Mengutip CNBC, Sabtu (10/2/2018), indeks Dow Jones rebound lebih dari 300 poin, mengurangi kerugian besar bagi investor dalam pekan ini. Pekan kedua Februari merupakan pekan terburuk dalam dua tahun.
Dow Jones berakhir naik 330,44 poin atau 1,38% menjadi 24.190,90. Indeks S&P 500 menguat 1,49% menjadi 2.619,55, dan Nasdaq bertambah 1,44% menjadi ditutup 6.874,49. Dow Jones bergerak dengan voltalitas tinggi alias naik-turun hingga 1.000 poin selama perdagangan.
Pada pekan ini, Dow Jones dan S&P 500 telah kehilangan 5,2%, sementara Nasdaq turun 5,1% karena kenaikan suku bunga membuat investor ketakutan.
Analis saham dari Bianco Research yang berbasis di Chicago, Jim Bianco mengatakan sejak krisis keuangan, ini adalah koreksi 10% pertama pada bursa saham meski belumdisertai dengan penurunan suku bunga yang signifikan.
Harapan pelaku pasar pekan depan adalah data inflasi terbaru. Bila data inflasi positif, maka pasar saham bisa lebih tenang. Selain itu, investor berharap imbal hasil (yield) obligasi tidak naik lagi. Kejatuhan yang terjadi di Wall Street selama seminggu terakhir membuat bursa saham dunia ikut terkena imbas negatifnya.
Dow Jones berakhir naik 330,44 poin atau 1,38% menjadi 24.190,90. Indeks S&P 500 menguat 1,49% menjadi 2.619,55, dan Nasdaq bertambah 1,44% menjadi ditutup 6.874,49. Dow Jones bergerak dengan voltalitas tinggi alias naik-turun hingga 1.000 poin selama perdagangan.
Pada pekan ini, Dow Jones dan S&P 500 telah kehilangan 5,2%, sementara Nasdaq turun 5,1% karena kenaikan suku bunga membuat investor ketakutan.
Analis saham dari Bianco Research yang berbasis di Chicago, Jim Bianco mengatakan sejak krisis keuangan, ini adalah koreksi 10% pertama pada bursa saham meski belumdisertai dengan penurunan suku bunga yang signifikan.
Harapan pelaku pasar pekan depan adalah data inflasi terbaru. Bila data inflasi positif, maka pasar saham bisa lebih tenang. Selain itu, investor berharap imbal hasil (yield) obligasi tidak naik lagi. Kejatuhan yang terjadi di Wall Street selama seminggu terakhir membuat bursa saham dunia ikut terkena imbas negatifnya.
(ven)
Lihat Juga :