Harga Minyak Variatif di Saat Dolar AS Melemah

Rabu, 14 Februari 2018 - 11:25 WIB
Harga Minyak Variatif...
Harga Minyak Variatif di Saat Dolar AS Melemah
A A A
SINGAPURA - Harga minyak pada perdagangan Rabu (14/2/2018) variatif disebabkan pertumbuhan ekonomi yang sehat dan ekspektasi bahwa melemahnya dolar AS dapat memacu permintaan bahan bakar. Melansir Reuters, namun harga minyak saat ini masih jauh dari harga tertinggi karena imbas kelebihan pasokan akibat meningkatnya produksi minyak AS.

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) turun 2 sen menjadi USD59,17 per barel pada pukul 01:23 GMT. Harga WTI diperdagangkan di atas USD65 per barel pada awal Februari.

Harga minyak mentah Brent International naik 5 sen menjadi USD62,77 per barel. Harga Brent berada di atas USD70 per barel awal bulan ini.

Fluktuasi harga minyak ini imbas melemahnya dolar AS, yang berpotensi memicu permintaan dari negara-negara yang menggunakan mata uang lain--juga didukung pertumbuhan ekonomi yang sehat--untuk mendukung pasar minyak.

Sementara itu, bank Kanada, RBC Capital Markets memperingatkan agar pasar tidak mengabaikan hal fundamental, yaitu kelebihan pasokan yang telah muncul di pasar. The American Petroleum Institute mengatakan pada hari Selasa bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sebesar 3,9 juta barel menjadi 422,4 juta.

Persediaan ini seiring melonjaknya produksi minyak mentah AS sebanyak 20% sejak pertengahan 2016. Alhasil produksi minyak Negeri Paman Sam kini mencapai 10 juta barel per hari (bpd). Hal ini melebihi produksi negara eksportir utama minyak seperti Arab Saudi dan Rusia.

Amerika diperkirakan akan terus menggenjot produksinya untuk mengisi pasar ekspor. Apalagi AS sedang meningkatkan produksi di Teluk Meksiko. Lonjakan produksi dan ekspor AS akan membalikkan defisit minyak tahun 2017 yang disebabkan pemangkasan produksi oleh OPEC dan Rusia.

Badan Energi Internasional mengatakan pada hari Selasa, permintaan minyak akan tumbuh sebesar 1,4 juta barel per hari pada 2018, namun Badan menambahkan pertumbuhan produksi ini dapat melampaui permintaan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Dunia Jatuh...
Harga Minyak Dunia Jatuh Terbebani Peningkatan Stok AS
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Menanjak di Tengah Pelonggaran Lockdown
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Bergelombang Pasca Libur Buruh
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk Saat Gelombang Kasus Baru Covid-19 Terus Bermunculan
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Loyo, Tapi Masih di Atas Level USD100 per Barel
Harga Minyak Naik Akibat...
Harga Minyak Naik Akibat Turunnya Persediaan Minyak Mentah AS
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved