Bahas Tata Kelola Komoditas Pangan Strategis, KPPU Temui KSP

Kamis, 15 Februari 2018 - 15:49 WIB
Bahas Tata Kelola Komoditas...
Bahas Tata Kelola Komoditas Pangan Strategis, KPPU Temui KSP
A A A
JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengadakan pertemuan tertutup dengan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko untuk membahas tata kelola pangan strategis. Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengaku topik pembahasan bersama Ketua KPPU Syarkawi Rauf hanya seputar beras.

“Oh iya, bahas perberasan. Tidak ada isu lain. Kami bertemu akan menyusun konsep tentang tata kelola komoditas pangan strategis,” kata Moeldoko, dalam keterangannya, Kamis (15/2/2018).

Pertemuan sendiri berlangsung kurang dari 60 menit dan diklaim tidak membahas persoalan transisi kepemimpinan di tubuh KPPU, melainkan hanya konsep tata kelola pangan strategis. Dalam berbagai kesempatan, KPPU memang fokus mengikuti dinamika tata kelola komoditas pangan strategis, seperti beras, bawang, dan sebagainya.

"Bahkan, KPPU juga melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran persaingan usaha terkait tata kelola pangan. Saya senang karena itu mengingatkan kita semua. Semua orang Indonesia itu makan beras, makanya wajib kita pantau tentang beras ini," sambung Moeldoko.

Kendati demikian, mantan Panglima TNI ini menyayangkan belum maksimalnya regulasi tahapan peredaran beras. Lebih lanjut, kata dia, permasalahan yang menimpa petani bermula dari proses awal. Yakni dari budidaya, pasca panen, hingga tata niaga atau proses penjualan.

"Proses petani dalam mengelola beras dari padi menjadi gabah hingga beras itu melalui tahap yang panjang, itu yang perlu kita hargai dari petani beras. Walau semua dibrand dari awal semua tidak gini. Jangan seperti rencana baru bangun tidur tahapan peredaran beras ini," imbuhnya.

Sementara, Syarkawi Rauf mengatakan, adanya disparitas harga antara gabah dengan beras membuat KPPU dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan memantau distribusi beras. Untuk itu pihaknya akan mengecek rantai distribusinya terlebih dahulu. Rantai distribusi beras diakuinya, masih lumayan panjang.

"Bagaimana lancar sampai ke konsumen, itu yang kita jaga. Biasanya, hasil panen petani masuk ke pengepul untuk kemudian masuk ke penggilingan. Dari penggilingan tersebut, beras baru disalurkan ke distributor. Distributor, riteler baru sampai ke end user. Nah ini yang ingin kita cek," terang Syarkawi.

Tidak hanya itu, KPPU juga mengusulkan agar Pasar Induk Beras (PIB) didirikan di setiap daerah yang menjadi sentra produksi beras. Hal itu perlu dilakukan agar referensi harga beras di pasaran menjadi beragam.

Syarkawi menjelaskan, selama ini patokan harga beras nasional selalu mengacu pada pasar induk beras Cipinang (PIBC). Padahal, stok beras yang masuk ke PIBC tidak mewakili jumlah beras nasional, sekitar 80 ribu ton per bulan.

"Sebulan kurang lebih hanya 80 ribu ton dari sekian juta ton beras di Indonesia. Jadi ini kan tidak fair merepresentasi nasional. Makanya kita dorong, PIB itu tidak hanya di Cipinang," kata Syarkawi.

Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Hassanudin (1999) itu menyebutkan, PIB bisa didirikan di daerah yang menjadi sentra produksi beras nasional, yaitu Sulawesi Selatan (8% stok beras nasional), Jawa Timur (17% stok beras nasional). Selanjutnya, Jawa Tengah (15% stok beras nasional), Jawa Barat (15% stok beras nasional), Sumatera Selatan (6% stok beras nasional) dan Sumatera Utara (6% stok beras nasional).

"Sehingga kita punya banyak referensi mengenai pasokan dan harga beras dan tidak hanya bergantung pada PIBC yang jangan-jangan dikuasai oleh beberapa pedagang besar saja. Ini kan tidak fair," pungkas dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
KPPU Wanti-wanti Pelaku...
KPPU Wanti-wanti Pelaku Usaha yang Mainkan Harga Saat Ramadhan
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Awasi Pengusaha...
KPPU Awasi Pengusaha Aji Mumpung Pasca-Naiknya Harga BBM Subsidi
KPPU Bakal Panggil 10...
KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan Minyak Goreng, Ini Nama-namanya!
Tahun Ini Indeks Persaingan...
Tahun Ini Indeks Persaingan Usaha di Indonesia Naik
Berita Terkini
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
15 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
33 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
42 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
1 jam yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
Infografis
Lawan China-Korut, Jepang-AS...
Lawan China-Korut, Jepang-AS akan Bahas Penggunaan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved