Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Jatim Tumbuh 6,40%

Minggu, 18 Februari 2018 - 19:03 WIB
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur Mikro dan Kecil di Jatim Tumbuh 6,40%
A A A
SURABAYA - Produksi industri manufaktur mikro dan kecil di Jawa Timur (Jatim) pada kuartal IV/2017 tumbuh 6,40%. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,20%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan, sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami kenaikan pertumbuhan lebih dari 10% antara lain industri kertas 41,87%, pakaian jadi naik 15,66%, barang galian bukan logam naik 15,17% dan industri tekstik naik 12,89%.

Sementara, sektor industri manufaktur mikro dan kecil yang turun lebih dari 10% antara lain, industri kendaraan bermotor 17,20%, alat angkutan lainnya 20,31% dan industri pengolahan 26,97%. "Pertumbuhan industri manufaktur ini bisa membuka peluang kesempatan kerja yang lebih luas," terangnya, Surabaya, Minggu (18/2/2018).

Gubernur Jatim Soekarwo berharap masyarakat meningkatkan komsumsi produk industri manufaktur sektor ini dapat terus berkembang. Misalnya, pembangunan pabrik mobil di Jatim.

Dia menjelaskan, pabrik mobil akan berhenti bila suku bunga yang diberikan bank tinggi sehingga berdampak pada jumlah penjualan yang minim. "Maka dari itu, Pemprov Jatim juga akan mendorong pihak perbankan untuk memberikan suku bunga rendah terhadap nasabah," ujarnya.

Tidak hanya dengan menurunkan suku bunga, Pemprov Jatim juga mendorong industri manufraktur dengan peningkatan SDM yang disuplai ke perusahaan tersebut. Pihaknya menargetkan pendidikan vokasi baik lulusan SMK memiliki sertifikasi.

"Sebagai provinsi dengan 30% daerahnya merupakan kawasan industri, saya berharap ada peningkatan kualitas tenaga kerja. Ketika SDM berkualitas, produk manufaktur bisa bersaing. Selain itu, konsumsi masyarakat juga harus ikut tumbuh," jelasnya.

Sementara itu, Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim Nur Cahyudi meminta ada percepatan penyelesaian hambatan perizinan, terutama di daerah. Ini agar industri di daerah di Jatim bisa tumbuh.

Salah satunya, hingga saat ini masih ada kabupaten yang menjalankan izin HO atau izin gangguan, padahal izin tersebut sudah harus dipangkas. "Masalah-masalah seperti ini yang harus segera dituntaskan untuk percepatan perizinan usaha," imbuh dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
UMKM Butuh Solusi Konkrit...
UMKM Butuh Solusi Konkrit dan Pengawalan Khusus Saat Pandemi
Berita Terkini
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
13 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
31 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
40 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
1 jam yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved