UMKM Butuh Solusi Konkrit dan Pengawalan Khusus Saat Pandemi
Senin, 27 Juli 2020 - 13:58 WIB
loading...
Di tengah dampak Pandemi Covid-19 yang menggempur sejumlah sektor perekonomian, kalangan pelaku UMKM wajib tetap mendapat prioritas penanganan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Di tengah dampak Pandemi Covid-19 yang menggempur sejumlah sektor perekonomian, kalangan pelaku UMKM wajib tetap mendapat prioritas penanganan. Sebab, sektor ekonomi kerakyatan ini termasuk paling banyak terdampak langsung dan potensial mendorong terus berputarnya roda ekonomi bangsa.
Berbagai pihak sudah berbusa bicara UMKM, tapi pengaruh dan hasilnya masih terasa minimalis. Karena itu, fokus ke berbagai inovasi produk mulai dari hulu hingga hilir produk barang dan jasa UMKM sangat butuh solusi nyata serta menaikkan kelas terkait peran maupun fungsi strategis Kementerian Koperasi dan UMKM juga amat mendesak diwujudkan.
Anggota DPR RI Marwan Jafar mengungkapkan, hal-hal mendasar tersebut kepada awak media massa di Jakarta, Senin (27/7/2020). Ia mencontohkan, buktinya data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, baru sekitar 13% atau sebanyak 8 juta pelaku UMKM yang terhubung menggunakan pemasaran online.
(Baca Juga: Selamatkan UMKM, Pemerintah Titip Dana Rp36 Triliun ke Bank Himbara )
Artinya, kementerian punya pekerjaan rumah besar atau 87% lagi buat melakukan penetrasi pasar secara online, pendampingan teknis inovatif, termasuk aspek-aspek digital marketing maupun menggalang kerja sama saling menguntungkan dengan usaha atau swasta besar.
"Selain itu kementerian terkait serta sejumlah pemangku kementerian dan kelembagaan yang bersinggungan dengan kinerja pelaku UMKM harus selalu bersinergi, berkoordinasi untuk terus memfasilitasi atau membantu pelaku UMKM menemukan dan membantu memecahkan berbagai kendala serta hambatan di lapangan buat menggalakkan maupun mewujudkan bisnis secara inovatif yang berdaya jual tinggi. Melalui upaya-upaya ini barulah pekerja UMKM mendapat solusi nyata," tandas mantan Menteri Desa-PDTT ini.
Menurut catatan atau dokumentasi beberapa media, pada diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional Sektor UMKM, Marwan yang anggota Komisi VI DPR RI sudah mengingatkan, terkait pemulihan ekonomi nasional khususnya peran kontributif oleh puluhan juta pelaku UMKM di tengah maupun pasca Pandemi harus tetap mendapatkan dukungan dari banyak stakeholder dan shareholder.
Berbagai pihak sudah berbusa bicara UMKM, tapi pengaruh dan hasilnya masih terasa minimalis. Karena itu, fokus ke berbagai inovasi produk mulai dari hulu hingga hilir produk barang dan jasa UMKM sangat butuh solusi nyata serta menaikkan kelas terkait peran maupun fungsi strategis Kementerian Koperasi dan UMKM juga amat mendesak diwujudkan.
Anggota DPR RI Marwan Jafar mengungkapkan, hal-hal mendasar tersebut kepada awak media massa di Jakarta, Senin (27/7/2020). Ia mencontohkan, buktinya data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, baru sekitar 13% atau sebanyak 8 juta pelaku UMKM yang terhubung menggunakan pemasaran online.
(Baca Juga: Selamatkan UMKM, Pemerintah Titip Dana Rp36 Triliun ke Bank Himbara )
Artinya, kementerian punya pekerjaan rumah besar atau 87% lagi buat melakukan penetrasi pasar secara online, pendampingan teknis inovatif, termasuk aspek-aspek digital marketing maupun menggalang kerja sama saling menguntungkan dengan usaha atau swasta besar.
"Selain itu kementerian terkait serta sejumlah pemangku kementerian dan kelembagaan yang bersinggungan dengan kinerja pelaku UMKM harus selalu bersinergi, berkoordinasi untuk terus memfasilitasi atau membantu pelaku UMKM menemukan dan membantu memecahkan berbagai kendala serta hambatan di lapangan buat menggalakkan maupun mewujudkan bisnis secara inovatif yang berdaya jual tinggi. Melalui upaya-upaya ini barulah pekerja UMKM mendapat solusi nyata," tandas mantan Menteri Desa-PDTT ini.
Menurut catatan atau dokumentasi beberapa media, pada diskusi virtual bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional Sektor UMKM, Marwan yang anggota Komisi VI DPR RI sudah mengingatkan, terkait pemulihan ekonomi nasional khususnya peran kontributif oleh puluhan juta pelaku UMKM di tengah maupun pasca Pandemi harus tetap mendapatkan dukungan dari banyak stakeholder dan shareholder.
Lihat Juga :