Genjot Investasi-Ekspor, Kemenperin Dorong Tiga Sektor Industri

Senin, 19 Februari 2018 - 18:03 WIB
Genjot Investasi-Ekspor,...
Genjot Investasi-Ekspor, Kemenperin Dorong Tiga Sektor Industri
A A A
JAKARTA - Industri Kimia, Tektsil, dan Aneka (IKTA) merupakan kelompok sektor manufaktur yang berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengakselerasi pertumbuhan sektor IKTA melalui pendalaman struktur industri serta melakukan peningkatan investasi dan ekspor.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pihaknya telah memiliki berbagai langkah strategis dalam mendorong pengembangan industri nasional, termasuk di sektor IKTA yang mempunyai potensi dan berpeluang besar dapat tumbuh dan semakin berdaya saing. "Hal ini guna memacu pertumbuhan ekonomi kita," ujarnya di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Airlangga menjelaskan, Kemenperin membidik pertumbuhan IKTA pada 2018 di kisaran 3%-4%. Sementara pada 2017, sektor ini mampu mencatatkan kinerjanya sebesar 2,91% atau di atas pertumbuhan 2016 yang mencapai 1,76%.

Selanjutnya, Kemenperin mencatat, kontribusi sektor IKTA terhadap PDB nasional sebesar 4,54% pada 2017. Adapun subsektor sebagai penyumbang terbesar adalah industri bahan kimia dan barang kimia (1,25%), diikuti industri pakaian jadi (0,80%), industri barang galian bukan logam (0,66%), serta industri karet, barang karet, dan plastik (0,63%).

Pihaknya, kata Airlangga, tengah memprioritaskan pendalaman struktur di industri bahan kimia dan barang kimia. Misalnya, di sektor hulu yang menghasilkan produk petrokimia dan produsen penyedia bahan baku obat untuk farmasi.

"Apabila kebutuhan tersebut dapat diproduksi di dalam negeri, tentu meningkatkan nilai tambah bagi sektor manufakur nasional," terangnya.

Kemenperin pun sudah memfasilitasi pemberian insentif fiskal seperti tax allowance dan tax holiday supaya bisa menarik investasi dari para pelaku industri yang ingin mengembangkan pabrik bahan baku di Indonesia.

Selain itu, diperlukan juga dukungan ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) kompeten, penggunaan teknologi terkini, dan kemudahan akses pasar.

Selain itu, Kemenperin menargetkan nilai investasi di sektor IKTA akan mencapai Rp117 triliun pada 2018, naik dari realisasi 2017 yang diperkirakan menembus hingga Rp94 triliun.

Penanaman modal dari sektor IKTA tahun ini diproyeksi bakal menyumbang sebesar 33% terhadap target investasi secara keseluruhan pada kelompok manufaktur nasional sebanyak Rp352 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peluang Ekspor Industri...
Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi Kembali Terbuka
Kurangi Dampak Corona,...
Kurangi Dampak Corona, Kemenperin Pacu Investasi Sektor Padat Karya
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
Naik 44 %, Investasi...
Naik 44 %, Investasi Manufaktur Moncer di Kuartal I/2020
Impor Bahan Baku Industri...
Impor Bahan Baku Industri Bakal 'Dipaksa' Turun Mencapai 35%
Meski Pandemi, Ekspor...
Meski Pandemi, Ekspor Otomotif pada Maret Meningkat 18,40%
Berita Terkini
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
14 menit yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
20 menit yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
28 menit yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
51 menit yang lalu
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
1 jam yang lalu
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved