Peningkatan Daya Saing Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan KSP

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:41 WIB
Peningkatan Daya Saing...
Peningkatan Daya Saing Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan KSP
A A A
JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan akan terus mencari jalan keluar bersama untuk mengatasi rumitnya upaya peningkatan daya saing ekonomi Indonesia. Dia menyebutkan persoalan tersebut cukup kompleks dan eksekusi di lapangan menjadi kunci.

“Studi komparatif dan benchmarking kebijakan/insetif pajak dengan negara-negara pesaing Indonesia diperlukan supaya Indonesia bisa tetap kompetitif di mata investor,” ujar Moeldoko dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Lebih lanjut Ia menerangkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mencari jalan keluar bersama, sehingga apa yang menjadi perintah Presiden Joko Widodo dapat direalisasikan atau setidaknya kesenjangan yang masih ada dapat dikurangi. Untuk mencapai jalan keluar tersebut, KSP bakal menggandeng pihak-pihak yang terkait.

Dalam Rapat Kabinet Paripurna, 12 Februari 2018 lalu, dibahas rencana kerja pemerintah pada 2019, yang merupakan tahun terkahir dari pelaksanaan pembangunan 2014-2019. Pemerintah akan fokus menjalankan program yang menitikberatkan kepada pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan berkualitas dalam pelaksanaan pelaksanaan pembangunan 2014-2019.

"Setidaknya ada lima prioritas nasional yang akan dijabarkan dalam program dan kegiatan prioritas," kata Moeldoko.

Diterangkan olehnya Prioritas pertama, akan mengarah pada fokus pembangunan manusia. Menurutnya, prioritas ini sesuai harapan Presiden untuk kemudian dapat menjadi diturunkan dalam program pengentasan kemiskinan. "Prioritas kedua, terkait dengan pengurangan kesenjangan antarwilayah, mendorong keberadaan infrastruktur antardaerah. Akhirnya, perbaikan konektivitas dapat terwujud," paparnya

Sedangkan yang menjadi prioritas ketiga, yakni terkait pencipataan nilai tambah manufaktur, pertanian dan jasa. Dengan pencapaian pertumbuhan manufaktur di atas 5%, serta upaya mendorong sektor pariwisata sehingga memberikan devisa yang signifikan.

"Prioritas keempat, terkait pangan, energi dan air. Menjaga ketahanan energi dengan mendorong energi terbarukan juga termasuk fokus pemerintah. Dan prioritas kelima, stabilitas keamanan nasional dan pengamanan pemilu," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menteri Investasi Beberkan...
Menteri Investasi Beberkan Alasan Detail di Balik Pencabutan 2.270 Izin Usaha
2.270 Izin Usaha Sudah...
2.270 Izin Usaha Sudah Dicabut Jangan Harap Kembali, Begini Analogi Bahlil
Ribuan Izin Tambang...
Ribuan Izin Tambang Dicabut, Bahlil: Kalau Ada yang Keberatan, Monggo Lapor!
Masyarakat Daerah Bisa...
Masyarakat Daerah Bisa Dapat Lungsuran Lahan IUP yang Dicabut
Beberkan Hambatan Perizinan...
Beberkan Hambatan Perizinan Usaha di Daerah, Kadin: Masih Banyak Pungli
Bappebti Tutup 80 Situs...
Bappebti Tutup 80 Situs Investasi Bodong Sepanjang Maret
Berita Terkini
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
1 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
1 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
1 jam yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
1 jam yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
2 jam yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
2 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved