Dampak Kilau si Emas Hitam

Senin, 26 Februari 2018 - 08:00 WIB
Dampak Kilau si Emas...
Dampak Kilau si Emas Hitam
A A A
PERLAHAN tapi pasti, harga batu bara terus merangkak naik. Tanda-tanda kebangkitan harga si emas hitam itu sudah mulai terlihat sejak tahun lalu. Waktu itu, harga batu bara sudah nangkring di level US$85 per metrik ton. Kenaikan itu terus berlanjut hingga pertengahan Februari kemarin ketika harga batu bara acuan (HBA) ditetapkan pemerintah sebesar US$100,69 per metrik ton. Penetapan HBA di atas US$100 merupakan yang tertinggi sejak 2011.

Sejumlah analis menyatakan, kenaikan harga emas hitam itu lebih dipicu oleh faktor eksternal. Musim dingin yang ekstrem di berbagai negara Asia, seperti Cina, Korea, Jepang, dan Taiwan, membuat kebutuhan batu bara bakal meningkat.

Cina merupakan negara penyebab utama kenaikan harga batu bara yang terjadi saat ini. Tambahan pasokan batu bara ke Negeri Tirai Bambu itu selain karena untuk menghadapi musim dingin, juga kebijakan yang diterapkan pemerintah di sana. "Harga batu bara saat ini lebih disebabkan oleh kebijakan Pemerintah Cina yang membatasi operasi tambang batu baranya dari 330 hari menjadi 276 hari sejak Februari 2016," kata Dendi Ramdani, Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri, Selasa (20/2/2018) pekan lalu.

Di luar itu, meningkatnya perekonomian Cina ditambah adanya perbaikan generator nuklir di Korea Selatan juga berdampak pada harga si emas hitam. Kedua faktor itu kemudian memberikan sentimen positif bagi kenaikan harga batu bara global. "Demikian pula dengan harga minyak yang sudah di atas US$60 per barel," tambah Dendi.

Memang, mengilaunya harga si emas hitam tak bisa lepas dari harga minyak dunia yang makin memanas. Memasuki tahun ini, harga minyak dunia juga tengah bergejolak karena terpenuhinya komitmen negara-negara OPEC. Awal Februari kemarin, harga minyak dunia sudah menyentuh level US$70 per barel. "Sentimen secara sektoral turut memengaruhi pergerakan antarkomoditas," kata Reza Priyambada, Kepala Analis Binaartha Sekuritas, Rabu (21/2/2018) pekan lalu.

Apakah kenaikan harga batu bara membawa kabar baik bagi perekonomian Indonesia? Atau malah sebaliknya? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi No.52/VI/2018 yang terbit Senin (26/2/2018).

Dampak Kilau si Emas Hitam

(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Habiskan Rp4,6 Triliun,...
Habiskan Rp4,6 Triliun, Tambang Batu Bara Bawah Tanah Pertama di Indonesia Beroperasi
Negara-Negara yang Menghasilkan...
Negara-Negara yang Menghasilkan Emas Terbanyak di Dunia
Bisnis Batu Bara Masih...
Bisnis Batu Bara Masih Membara, Harganya Diramal Terus Melambung Tinggi
Menakar Untung Rugi...
Menakar Untung Rugi Lonjakan Harga Batu Bara Bagi Indonesia
Ledakan di Tambang Batu...
Ledakan di Tambang Batu Bara Turki Tewaskan 28 Penambang, Puluhan Terjebak
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved