Wall Street Lebih Rendah, Indeks S & P Terburuk Sejak Awal 2016

Kamis, 01 Maret 2018 - 08:05 WIB
Wall Street Lebih Rendah,...
Wall Street Lebih Rendah, Indeks S & P Terburuk Sejak Awal 2016
A A A
NEW YORK - Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Rabu kemarin waktu setempat, terseret oleh kekhawatiran atas kenaikan suku bunga. Pelamahan bursa saham Amerika Serikat (AS) terjadi ketika indeks S & P 500 mencetak kinerja terburuk sejak Januari 2016.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (1/3/2018) S & P 500 menjauh dari performa apik dalam 10 bulan beruntun, untuk menjadi yang terpanjang sejak Maret 1958 silam. Namun komentar Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang baru menjabat menimbulkan kembali kecemasan tentang kenaikan suku bunga dengan penuh ketidakpastian.

"Investor masih berusaha untuk mencerna, apakah The Fed bakal segera menaikkan suku bunga acuan atau pada akhir tahun. Ditambah Powell telah memberikan hawkish," ujar Wakil Presiden Senior BB&T Wealth Management yakni Hellwig Bucky di Birmingham, Alabama.

Saham sektor energi tercatat turun saat harga minyak CLc1 merosot cukup dalam. Sedangkan SPX, ditutup meningkat mencapai sebesar 1.26 di level 19,85 untuk mendekati posisi tertinggi dalam seminggu.

Dow Jones Industrial Average (DJI) jatuh 380,83 poin atau 1,5% pada level 25.029,2 dan S & P 500 kehilangan 30,45 poin yang setara dengan 1,11% menjadi 2.713,83. Sedangkan komposit Nasdaq jatuh hingga 57,35 poin atau 0,78% di posisi 7.273,01.

Bulan lalu For the month, Dow kehilangan 4,3% dan S & P 500 jatuh 3,9%. Sedangkan Nasdaq tergelinciri 1,9% untuk menjadi pelemahan dengan persentase bulanan terbesar sejak Oktober 2016.

Pada hari Selasa, Powell memberikan pandangan optimis pada ekonomi AS dan data telah memperkuat keyakinan-nya pada inflasi. Para pelaku pasar mendorong bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuan untuk menjadi yang keempat kalinya mengikuti pernyataan Powell.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
5 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
23 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
48 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
53 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
2 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved