Tarif Baja AS Picu Perang Dagang, Trump: Bagus dan Mudah Dimenangkan

Minggu, 04 Maret 2018 - 18:28 WIB
Tarif Baja AS Picu Perang...
Tarif Baja AS Picu Perang Dagang, Trump: Bagus dan Mudah Dimenangkan
A A A
NEW YORK - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump seolah menantang dunia, ketika global menentang rencananya mengenakan tarif impor tinggi untuk komoditas baja dan alumunium karena berpotensi memicu perang dagang. Menanggapi hal itu Trump justru menganggap perang dagang sangat baik di tengah kontroversi kebijkan proteksionime yang diterapkannya.

"Ketika suatu negara (AS) kehilangan miliaran dolar dari perdagangan dengan hampir setiap negara yang melakukan bisnis dengannya, perang dagang sangat bagus, dan mudah untuk dimenangkan," ujar Trump lewat akun Twitter resmi miliknya, dikutip dari BBC pada akhir pekan.

Melalui media sosial, Trump juga mengatakan bahwa rencana pengenaan bea masuk 25% untuk baja dan 10% aluminium itu untuk melindungi lapangan pekerjaan di Negeri Paman Sam saat murahnya produk impor. "Kita harus melindungi negara kita dan pekerja kita. Industri baja kita dalam kondisi buruk. Jika Anda tidak punya Baja, Anda tidak memiliki negara," tulis Trump.

Atas pernyataan Trump soal baja dan aluminium ini, Prancis merespons bahwa kebijakan itu tidak dapat diterima. Kanada, pengekspor baja dan aluminium terbesar ke AS, akan membalas apabila bea masuk ini terimbas ke negaranya.

Sebelumnya Trump pada tengah pekan kemarin menegaskan bakal menetapkan tarif baja impor akan mencapai 25% dan aluminium 10%. Kanada dan Uni Eropa mengatakan mereka akan melakukan beberapa cara untuk menanggulanginya. Sedangkan Meksiko, China dan Brasil juga mengatakan tengah mempertimbangkan langkah-langkah pembalasan.

Para kritikus berpendapat bahwa tarif tinggi akan gagal untuk melindungi pekerjaan di Amerika dan pada akhirnya akan menaikkan harga untuk konsumen. Berita yang kemudian diakse seluruh dunia pada akhir pekan kemarin sempat menyeret pasar saham AS, Wall Street lebih rendah.

Selanjutnya Trump juga memposting bahwa dirinya tidak akan membiarkan AS, perusahaan dan para pekerja dimanfaatkan lagi. Impor baja AS telah datang lebih dari 100 negara dan membawa empat kali lipat lebih banyak dari impor dibandingkan untuk ekspor.

Sejak tahun 2000, industri baja AS diterangkan telah jatuh saat produksi mereka merosot dari 112m ton menjadi 86.5 m ton pada tahun 2016. Ditambah jumlah karyawan dalam sektor baja menyusut dari 135.000 ke 83,600 pada periode yang sama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
33 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved