Ekonomi Berkeadilan, Ritel Modern-Warung Tradisional Jalin Skema Kemitraan

Rabu, 07 Maret 2018 - 04:05 WIB
Ekonomi Berkeadilan,...
Ekonomi Berkeadilan, Ritel Modern-Warung Tradisional Jalin Skema Kemitraan
A A A
BOYOLALI - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mengupayakan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Salah satunya dengan mendukung ritel modern dan dunia perbankan untuk menjalin kemitraan dengan warung tradisional.

Setelah tahun lalu Indogrosir dan Alfarmart sukses meluncurkan program pemberdayaan warung tradisional, kali ini giliran Hypermart dan Nobu Bank menjalin kerja sama dengan warung tradisional. Kerja sama ini diluncurkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Desa Giriroto, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Selasa (6/3).

”Melalui kebijakan ini pemerintah terus berkomitmen untuk mengatasi masalah ketimpangan sektor ritel melalui penguatan kemitraan antara warung tradisional dan ritel modern dalam mendapatkan akses pasar yang adil. Ritel modern yang memiliki akses pasar berkewajiban membantu warung tradisional dalam pengadaan barang dagangannya,” ungkap Mendag.

Pada acara kali ini, Hypermart dan Nobu Bank meluncurkan program kemitraan untuk memberikan akses barang dagangan dengan harga bersaing, pelatihan pengelolaan dan display warung, sekaligus efisiensi warung berbasis teknologi informasi. Bantuan ini diberikan kepada 10 warung binaan di Kabupaten Boyolali.

Selain itu, Hypermart dan Nobu Bank juga memberikan bantuan akses permodalan dalam bentuk pinjaman lunak. ”Kami menekankan bahwa ritel modern dan perbankan harus dapat membantu warung tradisional untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” terangnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mande menegaskan bahwa APRINDO akan terus mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kerja sama ritel modern dengan warung tradisional.

”Dengan dukungan berbagai pihak, tentunya akan lebih banyak warung tradisiional yang bisa dirangkul melalui program kemitraan ini. Kami berharap program ini dapat menjadi program yang berkelanjutan,” kata Roy Mande.

PT Matahari Putra Prima Tbk. mengelola 115 toko Hypermart di 64 kota di seluruh Indonesia siap menjalankan kemitraan dengan warung tradisional sehingga ritel modern dan warung dapat maju bersama. Program kemitraan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kerja sama usaha distribusi barang dari ritel modern ke warung tradisional.

Sebelumnya Kemendag telah memfasilitasi program kemitraan Indogrosir di Bekasi dan Alfamart di Kota Tangerang. Selain itu, Kemendag telah melaksanakan program serupa yaitu program bedah warung tradisional. Pada tahun 2017, Kemendag telah melaksanakan bedah warung sebanyak 225 warung di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk tahun 2018 Kemendag akan melaksanakan bedah warung sebanyak 200 warung.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Vaksin Datang, Industri...
Vaksin Datang, Industri Ritel Pede Menyambut Tahun Baru 2021
Banjir Stimulus, Bisnis...
Banjir Stimulus, Bisnis Ritel Diyakini Kembali Bergeliat pada 2021
Turun, Aprindo Pasang...
Turun, Aprindo Pasang Target Pertumbuhan Ritel 5 Persen di Kuartal II
Soal Harga Barang, Peritel...
Soal Harga Barang, Peritel Ingin Tampil di Depan
Aprindo Beberkan Strategi...
Aprindo Beberkan Strategi Menghadang Badai PHK, Begini Caranya
Pelonggaran Aktivitas...
Pelonggaran Aktivitas Tiupkan Angin Segar bagi Pengusaha Ritel
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
21 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
51 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved