Olahan Kelapa Kepri Akan Tembus Pasar Ekspor Eropa dan Amerika

Kamis, 08 Maret 2018 - 23:04 WIB
Olahan Kelapa Kepri...
Olahan Kelapa Kepri Akan Tembus Pasar Ekspor Eropa dan Amerika
A A A
SERI KUALA LOBAM - Olahan kelapa butir dari wilayah Kabupaten Bintan, Kota Batam, maupun Karimun, Lingga, Anambas dan Natuna siap menembus pasar ekspor ke Eropa, maupun Amerika. General Manager PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Lobam Surya Cahyadi mengatakan, perusahaan asal Jerman akan menanamkan investasinya di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam dengan nama perusahannya Bionesia.

Kelapa butir sebagai bahan produksi, diterangkan bersumber dari produk petani di Bintan, Karimun, Batam dan sekitarnya. "Pengolahan kelapa yang berorientasi ekspor ini berbasis organik. Dengan bahan baku berupa kelapa butir yang dibeli dari petani ini akan meningkatkan nilai per butir kelapa. Dan perekonomian petanipun meningkat," ujar Surya, di KIB Lobam, Kamis (8/3/2018).

Berbagai olahan dari industri berbasis kelapa ini di antaranya santan kental, santal encer, kelapa parut kering, juga nata de coco, maupun virgin coconut oil (VCO), yang merupakan produk-produk olahan dari kelapa dengan teknologi modern. "Akan menyerap tenaga kerja ratusan. Karena bidang-bidang pekerjaannya banyak, mulai dari produksi, maintenance peralatan, bagian pendukung, hingga bagian shipping," tambahnya.

Investor lain yang juga melirik KIB Lobam, katanya di bidang peternakan itik. Peternakan ini dikelola secara modern, dengan bioteknologi, maupun rekayasa genetika. Sehingga ramah lingkungan dan menggunakan sistem teknologi berkelanjutan.

Selain kedua bidang tersebut, investor asal Singapura juga berniat menanamkan modalnya di bidang offshore/galangan kapal. Nama perusahaannya Bintan Offsore Marine Center (BOMC). BOMC merupakan merger empat perusahaan yang berada di bawah Gallant Venture. Surya mengutarakan, mereka akan melakukan perluasan industri galangan kapal di Lobam.

Sambung dia menjelaskan, BOMC akan dibangun di kawasan industri Bintan, Lobam dengan tahap awal memerlukan lahan sekitar 30 hektare. Total lahan yang dibutuhkan sampai dengan tahap akhir sekitar 70 hektare lahan, di pinggir laut dengan cakupan air 800 meter.

Perusahaan galangan ini terang dua tidak membuat kapal atau pabrikasi melainkan industri reparasi kapal, menyediakan logistik proyek untuk industri sumber daya pertambangan, minyak dan gas, kelautan, dan penerbangan.

Humas PT BIIE Lobam, Basuni mengatakan, pemerintah sangat mendukung hadirnya BOMC di Lobam. Bahkan, baru-baru ini pihaknya sudah membicarakannya dengan Kadin dan Kementerian Koordinator Ekonomi di Batam. “Pemda juga mendukung ke arah itu,” katanya. Menurutnya, ini menjadi peluang yang besar bagi Bintan, sebab akan berdampak luas pada penyerapan tenaga kerja lokal.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Ingin...
Menko Airlangga Ingin Kawasan Industri Halal Benar-Benar 'Membumi'
Masterkidz Indonesia...
Masterkidz Indonesia Lepas Ekspor Mainan Perdana ke AS lewat Kawasan Industri Kendal
Dirjen Bea Cukai Tinjau...
Dirjen Bea Cukai Tinjau Kawasan Berikat, Dorong Pertumbuhan Industri dan Ekspor
Tingkatkan Ekspor, Pabrik...
Tingkatkan Ekspor, Pabrik Perlengkapan Bayi di Serang Banten Diperluas
Serang dan Sidoarjo...
Serang dan Sidoarjo Jadi Kawasan Halal, Sri Mulyani: Ekspor Bakal Besar
Teken MoU, PTPP Garap...
Teken MoU, PTPP Garap Pengembangan Kawasan Industri Batang
Berita Terkini
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
7 menit yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
24 menit yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
29 menit yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
55 menit yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
1 jam yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
1 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved