Jumlah Tenaga Kerja AS Bulan Februari Melesat 313.000

Sabtu, 10 Maret 2018 - 03:28 WIB
Jumlah Tenaga Kerja...
Jumlah Tenaga Kerja AS Bulan Februari Melesat 313.000
A A A
WASHINGTON - Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) pada Jumat waktu setempat, melansir data tenaga kerja (nonfarm payrolls) bulan Februari 2018, yang meningkat 313.000. Pencapaian ini melampaui ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters sebanyak 200.000 pekerjaan.

Melansir dari CNBC, Sabtu (10/3/2018), ini merupakan kenaikan tenaga kerja tertinggi sejak September 2017. Selama tiga bulan belakangan, pertumbuhan NFP AS terus menanjak. Desember sebanyak 175.000, Januari mencapai 229.000, dan Februari menjadi 313.000. Sementara tingkat pengangguran tetap di angka 4,1%. Hasil ini dapat membantu mengatasi kekhawatiran inflasi.

Dari jumlah kenaikan tersebut, kontribusi terbesar dari sektor konstruksi dengan menyerap 61.000 tenaga kerja, diikuti ritel, pekerja profesional dan bisnis masing-masing 50.000 tenaga kerja, manufaktur 31.000 dan keuangan 28.000. Sementara bidang kesehatan menyerap 19.000 orang dan pertambangan menambah 9.000 lapangan kerja baru.

"Ini pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat.," kata Greg Peter, ekonom di PGIM Fixed Income. Alhasil bursa saham Amerika Serikat melonjak, dengan indeks Dow Jones dibuka naik 375 poin.

Meski pasar tenaga kerja berlari kencang, namun pertumbuhan upah tetap moderat alias tidak ada kenaikan besar. Pertumbuhan upah bulan Februari hanya naik 0,1%, dan rata-rata jam kerja per pekan meningkat 0,1 jam menjadi 34,5 jam.

"Pasar tenaga kerja yang menguat meski pertumbuhan upah stagnan, ini kabar baik bagi Main Street (sektor riil) dan Wall Street (pasar saham)," kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar Prudential Financial.

Beberapa pejabat Federal Reserve dikabarkan sedang mencermati hasil ini. Karena pertumbuhan upah naik tipis, The Fed kemungkinan akan melakukan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Dibuka Tergelincir...
Wall Street Dibuka Tergelincir Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS
Wall Street Dibuka Variatif...
Wall Street Dibuka Variatif Saat Pasar Terbebani Data Tenaga Kerja AS
Klaim Tunjangan Pengangguran...
Klaim Tunjangan Pengangguran di AS Melonjak Cetak Rekor Baru dalam Dua Bulan
Pulihkan Ekonomi, Sektor...
Pulihkan Ekonomi, Sektor Pariwisata Jadi Perhatian
Ekonomi Hijau Bisa Serap...
Ekonomi Hijau Bisa Serap 2,2 Juta Tenaga Kerja hingga 2060
Data Tenaga Kerja AS...
Data Tenaga Kerja AS Bisa Bikin The Fed Makin Agresif, Wall Street Tumbang
Berita Terkini
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
44 menit yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
10 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
11 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
11 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
11 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Berhenti selama 50 Tahun,...
Berhenti selama 50 Tahun, AS Bakal Lanjutkan Misi ke Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved