Amran Siap Pecat Pejabat Salah Gunakan Izin Impor Bawang Putih

Senin, 12 Maret 2018 - 23:31 WIB
Amran Siap Pecat Pejabat...
Amran Siap Pecat Pejabat Salah Gunakan Izin Impor Bawang Putih
A A A
JAKARTA - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan tidak memberi ampun kepada importir nakal yang telah menyalahgunakan izin importir bawang putih yang seharusnya untuk keperluan bibit.

Amran memastikan, pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut tidak akan pernah lagi terlibat dalam pengadaan di Kementan. "Saya pastikan importir yang bersangkutan sudah kami blacklist bersama grupnya di Kementan. Kalau ada pegawai Kementan yang terlibat, pasti akan kami pecat,” kata Amran dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Dia menegaskan, pihaknya memberikan rekomendasi untuk importase bibit bawang putih dalam rangka menggenjot produksi bawang putih, di mana kebutuhan dalam negeri selama ini 90% terpaksa harus melalui impor.

Diharapkan dengan importir ikut menanam bawang putih, target swasembada bawang putih 2019 bisa tercapai. "Program ini sebenarnya bertujuan meningkatkan produksi bawang putih karena kita ingin komoditas ini swasembada. Tapi ini malah disalahgunakan. Karena itu, kami pastikan perusahaan ini di blacklist bersama seluruh grupnya. Aparat Kementan yang terlibat akan dipecat," tegas dia.

Amran marah besar mendengar adanya informasi penyalahgunaan importase untuk bibit bawang putih. Karena itu, dia memastikan tidak akan ada ampun bagi siapapun yang terlibat dalam perizinan ini. Termasuk jika ada pegawai Kementan yang terlibat dalam kasus ini.

"Ini untuk menghindari ganti perusahaan, kami black list dia bersama grup-grupnya. Ini sudah perbuatan edan. Tidak ada ampun. Ini juga bagian gerakan bersih-bersih di Kementan," tegas Amran.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menemukan delapan kontainer atau kurang lebih 5 ton importase bawang putih ilegal. Impor bawang putih tersebut seharusnya untuk bibit, tetapi justru dijual ke pasar.

"Kami sudah tarik 5 ton bawang putih ilegal dari Pasar Induk Kramat Jati. Ada delapan kontainer yang kami inventarisasi, yang masuk," kata Direktur Tertib Niaga, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Veri Anggriono Sutiarto.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wahai Para Penggemar...
Wahai Para Penggemar Jamur Enoki, Waspadalah....!!
Bukan karena Covid-19,...
Bukan karena Covid-19, Impor Sapi Menyusut hingga Pertengahan 2020
Kementan Tegaskan Tidak...
Kementan Tegaskan Tidak Ada Impor Sayuran Asal China
Soal Impor Beras, Pengamat...
Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Peternakan di Lampung...
Peternakan di Lampung Meningkat 10 Kali, Indonesia Tak Lagi Impor
4 Fakta di Balik Dugaan...
4 Fakta di Balik Dugaan Korupsi Lingkungan Kementerian Pertanian
Berita Terkini
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
2 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
2 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
2 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
3 jam yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
5 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
5 jam yang lalu
Infografis
Selain Memakai Iron...
Selain Memakai Iron Dome, Israel Siap Gunakan Senjata Canggih Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved