Wall Street Berakhir Terbebani Tarif Impor Baja dan Alumunium

Selasa, 13 Maret 2018 - 08:07 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Terbebani Tarif Impor Baja dan Alumunium
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir menyusut saat indeks S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average merosot setelah ditetapkannya secara resmi tarif impor baja dan alumunium. Pekan lalu usulan Presiden Donald Trump tersebut ditandatangani menjadi Undang-undang untuk menahan gerak industri, meskipun saham teknologi mencetak keuntungan.

Saham perusahaan seperti Boeing Co (BA. N) tercatat mengalami penurunan sebesar 2,9% begitu juga dengan Caterpilar Inc (CAT. N) yang menyusut 2,4% lantaran berada di bawah tekanan dari sikap proteksionis Trump lewat tarif impor baja dan aluminium. Kebijakan ini diyakini bisa meningkatkan biaya dan menghambat penjualan ke luar negeri. Boeing dan Caterpillar menjadi penurunan terbesar hingga menyeret Dow Jones lebih rendah.

Namun pekan ini, sikap Trump sepertinya sedikit melunak dengan membebaskan Kanada dan Meksiko dari penerapan tarif tinggi impor. Di sisi lain negosiasi sedang berlangsung seperti dengan Uni Eropa dan Jepang yang juga mencari pengecualian. "Perusahaan multinasional, industri besar di dunia sedang dilanda kekhawatiran bahwa mereka akan menjadi target sanksi pembalasan," kata Robert Phipps, seorang Direktur Per Stirling Capital Management di Austin.

Kekhawatiran tentang kemungkinan dampak dari tarif tinggi impor, mulai sedikit terobati dengan optimisme berdasarkan angka pertumbuhan upah pekerja. Hal ini membuat para pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve akan tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga acuan yang diproyeksikan kembali terjadi tiga kali di tahun 2018.

Meski begitu Dow Jones Industrial Average DJI masih mengalami kejatuhan mencapai sebesar 157,13 poin atau setara dengan 0,62% ke level 25.178,61 sedangkan indeks S & P 500 SPX telah kehilangan 3,55 poin atau 0,13% menjadi 2.783,02. Sementaa komposit Nasdaq IXIC justru mendapatkan tambahan sebesar 27,52 poin atau 0,36% ke level 7.588,33.

Bahkan dengan kerugian dalam beberapa sesi, S & P 500 hanya turun 3,1% di bawah rekor tertinggi pada 26 Januari, sementara Nasdaq. IXIC telah pulih dari kerugian bulan lalu. Raihan positif justru dicetak saham teknologi sepert mikron (MU.O) naik 8,8% menjadi USD59,37. Selanjutnya saham Oclaro (OCLR. O) melompat 27,5% setelah spesialis laser dan serat optik Lumentum Holdings (LITE. O) mengatakan akan membeli produsen komponen optik senilai USD1,7 miliar. Saham Lumentum's sendiri meningkat mencapai 4,4%.

Volume perdagangan pada bursa saham AS waktu setempat mencapai sebesar 6,52 miliar saham, angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata 7.2 miliar untuk sesi penuh selama 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
8 menit yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
28 menit yang lalu
Elnusa Petrofin Salurkan...
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar B50 untuk Sektor Industri
1 jam yang lalu
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
1 jam yang lalu
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
2 jam yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved