Jelang Pertemuan IMF-World Bank, Pemerintah Melawan Sampah

Selasa, 13 Maret 2018 - 21:01 WIB
Jelang Pertemuan IMF-World...
Jelang Pertemuan IMF-World Bank, Pemerintah Melawan Sampah
A A A
JAKARTA - Tujuh bulan lagi, ajang pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank siap digelar di Bali. Untuk memastikan kesiapan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan terus melakukan pengecekan. Menurut dia, infrastruktur untuk perhelatan akbar ini siap digunakan menyambut para delegasi yang datang.

Luhut lantas menjelaskan satu per satu pembangunan infrastruktur jelang Annual Meeting IMF-WB. Seperti pembangunan underpass dekat Bandara Ngurah Rai, Bali akan rampung lebih cepat dari target sebelumnya. Selain itu, infrastruktur jalan yang dianggap kurang baik pun telah diperbaiki.

"Kami tinjau (kesiapan infrastruktur) semua diperbaiki. Overall persiapan bagus," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Selain infrastruktur jalan yang tidak kalah penting adalah pengelolaan sampah. Karena ini menyangkut kebersihan dan citra bangsa. Karena itu, pengelolaan sampah di Mandalika juga terus dilakukan agar semakin baik. Pasalnya, di daerah tersebut ada sampah yang bertumpuk hingga setinggi 25 meter, karena dibiarkan begitu saja.

Tidak ingin acara mewah terganggu bau tak sedap dan jutaan lalat, pengelolaan sampah di Mandalika yang tadinya terbengkalai, kini mulai ditata. "Kalau enggak ada Annual Meeting, sampah yang sampai 25 meter tingginya enggak bakal selesai. Lalatnya jutaan. Dengan ini (IMF-WB), kita perbaiki," imbuh dia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menambahkan, selain infrastruktur jalan, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur internet dengan kecepata tinggi. Karena, salah satu hotel di Bali akan dialihfungsikan menjadi kantor staf IMF-World Bank selama pertemuan tersebut, dan mereka menginginkan internet dengan kualitas tinggi.

"Ada 1.000 staf World Bank dan IMF berkantor di sana selama lebih dari dua pekan atau sekitar sebulan. Jadi hotelnya dikonversi dengan high speed internet. Mereka senang karena telah kami persiapkan. Jadi mereka tidak bawa infrastruktur internet dari luar. Tidak seperti penyelenggaraan di tempat sebelumnya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Luhut Paparkan Kondisi...
Luhut Paparkan Kondisi Ekonomi dan Iklim Investasi RI di Tengah Pandemi
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
35 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved