Dow Jones Menguat 115 Poin di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang

Jum'at, 16 Maret 2018 - 09:28 WIB
Dow Jones Menguat 115...
Dow Jones Menguat 115 Poin di Tengah Kekhawatiran Perang Dagang
A A A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street berakhir bergelombang pada perdagangan Kamis waktu setempat. Mengutip dari CNBC, Jumat (16/3/2018), indeks Dow Jones ditutup menguat, namun S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah karena investor masih mengkhawatirkan kemungkinan perang dagang.

Indeks Dow Jones berakhir naik 115,54 poin ditutup menjadi 24.873,66, dengan saham UnitedHealth memberi kontribusi kenaikan terbesar. Sebelumnya di sesi tersebut, Dow naik hampir 300 poin. Hanya saja saham Boeing yang telah tertatih-tatih belakangan ini, turun 0,1% sehingga menggerus nilai Dow Jones.

"Boeing mendapat pukulan tiga hari beruntun karena aksi balas dari China dan negara lain," kata Art Cashin, direktur operasi bursa untuk UBS kepada CNBC. Dia mengatakan saham Boeing menjadi salah faktor penting di Dow Jones.

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,1% menjadi 2.747,33, dengan kerugian saham material dan indeks Nasdaq melemah 0,2% menjadi 7.481,74.

Analis mengatakan rencana Gedung Putih untuk mengenakan tarif sebesar USD60 miliar terhadap impor barang China, bisa menyebabkan ancaman perang dagang yang mendalam. Investor khawatir negara lain melakukan pembalasan dengan menerapkan tarif mereka sendiri atas barang buatan AS. Hal ini akan merugikan perusahaan yang melakukan bisnis di luar negeri, terutama perusahaan multinasional besar seperti Boeing.

"Ada dua faktor ketakutan yang memukul saham hari ini," kata Tom Essaye, pendiri The Sevens Report. Pertama, kata dia, pernyataan khusus Donald Trump yang menargetkan pencurian kekayaan intelektual AS oleh China. Analis percaya hal ini dapat menampar tarif pada produk China.

Kedua, lanjut dia, hukum yang digunakan pemerintahan Trump yaitu UU Perdagangan 1974 Bagian 301 soal perlindungan perdagangan AS, hal yang memberi wewenang kepada presiden untuk melakukan tindakan perdagangan balasan. Alhasil, kekhawatiran perang dagang dapat terjadi antara AS dengan China muncul ke permukaan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
8 menit yang lalu
Soal Hapus Pajak JHT,...
Soal Hapus Pajak JHT, Purbaya Masih Tunggu Data BPJS Ketenagakerjaan
29 menit yang lalu
Heboh Pengadaan Kipas...
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun, Menkop Ferry: Saya Tidak Tahu
56 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
1 jam yang lalu
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
1 jam yang lalu
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved