Menhub Tawarkan Proyek Infrastruktur Transportasi ke India

Senin, 19 Maret 2018 - 14:35 WIB
Menhub Tawarkan Proyek...
Menhub Tawarkan Proyek Infrastruktur Transportasi ke India
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menawari sejumlah perusahaan dari India untuk masuk dalam proyek infrastruktur di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan transportasi. Adapun proyek yang akan ditawarkan ke investor India adalah pembangunan bandara, pelabuhan, hingga proyek kereta api.

Dia mengatakan, pemerintah sangat menginginkan adanya investor asing yang dapat mengelola pelabuhan ataupun bandara di Tanah Air. Khususnya, bagi mereka yang telah memiliki pengalaman mengelola pelabuhan dan bandara.

"Banyak perusahaan-perusahaan India yang sudah eksis di sini, yang juga bisa survive dan juga bisa menghasilkan banyak kreasi. Saya pikir hubungan baik antara Indonesia dan India ini bisa didalami, bisa di-improve dalam suatu kegiatan yang konkret. Khususnya di airport dan di pelabuhan," katanya seusai menghadiri acara Forum Infrastruktur India-Indonesia ke-1 di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Mantan Bos PT Angkasa Pura II (Persero) ini menyebutkan, beberapa proyek bandara yang akan ditawarkan ke India adalah yang memiliki skala besar dan menengah seperti Bandara Kualanamu, Bandara di Balikpapan, Bandara Raden Inten di Lampung, Bandara di Tarakan, dan Bandara di Labuan Bajo.

"Kalau seaport, yang available itu mestinya di Kuala Tanjung dan Bitung. Dan lain-lain ada seaport dalam skala lebih kecil itu ada di Indonesia bagian tengah," imbuh dia.

Untuk proyek kereta api, tambah Budi, pihaknya berencana menawarkan proyek kereta api Makassar ke Pare-Pare kepada India. "Kan sebagian dari investasinya kita lakukan secara KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha). Itu dimungkinkan apabila India masuk ke kereta api selain seaport dan airport," tuturnya.

Dia memastikan, keinginan pemerintah agar ada investor asing yang mengelola proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air tidaklah berarti pemerintah menjual proyek tersebut kepada mereka. Investor asing hanya diberikan hak konsesi terbatas (limited consession) untuk mengelola proyek tersebut.

"Sebenarnya bukan hanya kepada India saja. Memang kita memberikan kesempatan limited consession, katakan bisa 20-30 tahun. Jadi bukan kita menjual," tegas Budi.

Selain karena membutuhkan dana dari swasta, Menhub mengaku bahwa Indonesia juga membutuhkan pengetahuan dari investor asing dalam mengelola proyek-proyek tersebut.

"Apabila kita mendapat sentimen positif dari satu negara, di mana India cukup berpengaruh dalam memberikan sentimen positif itu. Sehingga seperti bola salju, kita akan dapat investasi yang banyak, tidak hanya di transportasi tapi juga di kegiatan investasi lain. Jadi kita harus menanggapi secara positif, jangan menganggap ini kita memberikan barang kita kepada mereka tapi justru kita harus kompetitif," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Arti Transportasi Udara...
Arti Transportasi Udara Bagi Menhub Budi Karya Sumadi
Kemenhub Dorong Jepang...
Kemenhub Dorong Jepang Percepat Kerja Sama Pembangunan Transportasi
Menhub Budi Ajak Investor...
Menhub Budi Ajak Investor Bangun ART hingga Sky Train di Bandung
Bertolak ke India dan...
Bertolak ke India dan Timur Tengah, Menhub Jajaki Kerja Sama Peningkatan Konektivitas Laut, Udara, dan Pengembangan Bandara
Menhub Dorong Operator...
Menhub Dorong Operator Transportasi Perbanyak Promo Tarif
Kereta Cepat Bikin Jakarta-Surabaya...
Kereta Cepat Bikin Jakarta-Surabaya Ditempuh Hanya 4 Jam, Begini Rencana Menhub
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
46 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
49 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved