Pangkas Biaya IT, PetroChina Tingkatkan Produktivitas

Jum'at, 23 Maret 2018 - 20:00 WIB
Pangkas Biaya IT, PetroChina...
Pangkas Biaya IT, PetroChina Tingkatkan Produktivitas
A A A
PETROCHINA Limited Company mendiversifikasi metode ekstraksi di tengah persaingan yang kian ketat. Untuk mendukung inovasi, fleksibilitas, dan efisiensi, PetroChina mentransformasi sistem IT dengan bermigrasi ke SAP HANA dalam SUSE Linux Enterprise guna memangkas biaya IT serta meningkatkan produktivitas.

Dengan bertambahnya pemain global ke dalam industri petrokimia dan menurunnya harga minyak mentah, pembatasan anggaran dan peningkatan fleksibilitas menjadi hal esensial agar tetap bisa menjaga kinerja secara keseluruhan. PetroChina menjawab tantangan ini dengan mengekspansi operasi dan investasi. Namun, inovasi metode ekstraksi petrokimia itu menciptakan tantangan tersendiri, yakni membanjirnya data hingga meluap dari infrastruktur IT.

Haitao Dou, Wakil Manajer Umum Orient Sky Technologies, penyedia layanan IT PetroChina, juga mengatakan ekspansi operasi dan kapabilitas telah meningkatkan kuantitas data. "Data ini perlu diproses secara cepat dan benar. Pelanggan kami berharap dapat menerima laporan dalam kerangka waktu yang ketat, tertunda sedikit saja dapat berujung penalti. Sistem ERP tradisional milik kami kurang, baik kinerja dan stabilitasnya dalam menangani data yang terus bertambah," ujar Dou di suse.com.

Keinginan memaksimalkan nilai investasi dan menjaga kepuasan konsumen mendorong PetroChina untuk merevitalisasi IT dengan bermigrasi dari sistem ERP ke SAP HANA. SAP HANA memiliki kinerja yang baik dan mencapai ekspektasi bisnis. PetroChina juga sadar memerlukan sistem operasi baru kelas dunia. Dou mengatakan, PetroChina juga memerlukan sistem yang tidak membatasi fleksibilitas. "Kami sadar proyek ini membuka kesempatan emas untuk bermigrasi ke lingkungan open-source," katanya.

Menurut Dou, sistem operasi open-source akan membantu menghapus risiko vendor lock-in ketika mengurangi biaya operasi. Setelah menimbang berbagai variasi pilihan, PetroChina akhirnya memilih SUSE Linux Enterprise Server untuk SAP Applications. "Kami mengeksplorasi Red Hat Enterprise Linux dan SUSE Linux Enterprise Server. Menurut kami, solusi SUSE menawarkan nilai yang lebih baik untuk masalah keuangan dan kemampuan," ujarnya.

SUSE Linux Enterprise Server untuk SAP Applications memberikan banyak keuntungan bagi PetroChina, termasuk keamanan tingkat tinggi, akses lebih luas terhadap platform dan aplikasi pendukung, bisa dimodifikasi, dan dapat beradaptasi. Selain itu, interoperabilitasnya dapat berintegrasi dengan SAP HANA. "Kami memperoleh banyak manfaat, seperti biaya menjadi efektif dan lingkungan lebih stabil serta fleksibel. Menjalankan SAP HANA dalam SUSE Linux Enterprise Server sangat ekonomis dan kuat. Kami dapat memangkas biaya dan menggunakannya di bidang lain. Kinerja sistem ERP juga berjalan secara optimal," kata Dou.

Pada akhir tahun lalu, PetroChina sedang berencana melakukan ekspansi global ke Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Para pakar yakin ekspansi itu ditujukan untuk memperkuat emerging dan grow market. Li Li dari ICIS China mengatakan, ekspansi itu juga sesuai dengan Belt and Road Initiative yang sedang digemborkan China. PetroChina berharap dapat memenangi persaingan dengan rival internasionalnya.

Investasi senilai miliaran dollar AS akan mulai dikucur kan pada tahun ini un tuk membeli ribuan stasiun pengisian bahan bakar. "Membuka bisnis di luar tentu berisiko dan menantang mengingat ekonomi, politik, dan sosialnya bervariasi," kata Li.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Siap Digelar, Total Hibah Modal Usaha Capai Rp2 Miliar
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Dorong Bisnis Berkelanjutan
Diplomat Success Challenge...
Diplomat Success Challenge Gandeng Generasi Muda Kreatif
Nanang Pribadi, Mantan...
Nanang Pribadi, Mantan Sopir yang Sukses Jadi Pengusaha Sangkar Burung Bisa Gaji Karyawan Rp75 Juta per Minggu
Mantan Dubes Indonesia...
Mantan Dubes Indonesia Ungkap Pengalamannya Jadi Diplomat 'Kesasar'
Sukses Berbisnis Coffee...
Sukses Berbisnis Coffee Shop, Kang Sendi Ingin Dorong Potensi Lokal
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
3 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
3 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
4 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
4 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
4 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved