Rupiah Sesi Pagi Naik Tipis, USD Tergelincir Lawan Yen
Rabu, 04 April 2018 - 10:26 WIB
Rupiah Sesi Pagi Naik Tipis, USD Tergelincir Lawan Yen
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan tengah pekan, Rabu (4/4/2018) dibuka naik tipis, untuk terus mencoba menjauhi zona merah. Sinyal positif rupiah mengiringi mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- yang tergelincir ketika menghadapi Yen Jepang.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini ini dibuka pada level Rp13.760/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai berbalik menguat lima poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.765/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di posisi Rp13.758/USD atau sedikit membaik dari akhir perdagangan kemarin Rp13.764/USD. Pagi ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.750-Rp13.764/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan masih menyusut ke posisi Rp13.761/USD namun dalam pergerakannya hingga pukul 10.13WIB mulai membaik di level Rp13.758/USD dibandingkan sebelumnya Rp13.760/USD. Pergerakan rupiah ada di kisaran Rp13.748-Rp13.763/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi juga menanjak hingga Rp13.755/USD. Posisi ini terlihat membaik dibandingkan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.770/USD.
Di sisi lain, dolar melemah terhadap yen Jepang pada perdagangan awal hari ini terimbas kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan AS dan Cina dapat menyebabkan kerugian pada ekonomi global dan pertumbuhan AS.
USD jatuh 0,1% menjadi 106,50 terhadap yen, memberikan kembali sebagian dari keuntungan yang dibuat pada hari Selasa, ketika naik 0,6% terhadap mata uang Jepang. Greenback menguat pada yen sehari sebelumnya karena risk appetite meningkat dan indeks utama Wall Street menguat, untuk membantu menstabilkan mata uang AS.
Dianggap sebagai mata uang safe haven, seperti dilansir Reuters hari ini Yen Jepang menarik permintaan di saat ketidakpastian ekonomi. Di sisi lain, melemahkan selera investor untuk aset berisiko terus meningkat.
Terhadap enam mata uang utama, dolar terakhir diperdagangkan di level 90.133, setelah naik tipis dari posisi tertinggi dua minggu di dekat 90,275. Analis mengatakan investor juga fokus pada data payrolls AS dan komentar oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan ini, yang akan membantu menentukan arah dolar.
Euro naik tipis 0,1% menjadi 1,2274 saat melawan USD untuk mendapatkan kembali beberapa pijakan setelah tergelincir 0,3% pada hari Selasa. Mata uang secera umum telah mundur pada hari Selasa setelah survei menunjukkan ledakan manufaktur zona euro tersendat untuk bulan ketiga di bulan Maret, meskipun output tetap kuat.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini ini dibuka pada level Rp13.760/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah mulai berbalik menguat lima poin dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp13.765/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg, pada sesi pembukaan berada di posisi Rp13.758/USD atau sedikit membaik dari akhir perdagangan kemarin Rp13.764/USD. Pagi ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.750-Rp13.764/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal perdagangan masih menyusut ke posisi Rp13.761/USD namun dalam pergerakannya hingga pukul 10.13WIB mulai membaik di level Rp13.758/USD dibandingkan sebelumnya Rp13.760/USD. Pergerakan rupiah ada di kisaran Rp13.748-Rp13.763/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah pagi juga menanjak hingga Rp13.755/USD. Posisi ini terlihat membaik dibandingkan kemarin yang berakhir pada posisi Rp13.770/USD.
Di sisi lain, dolar melemah terhadap yen Jepang pada perdagangan awal hari ini terimbas kekhawatiran bahwa meningkatnya ketegangan perdagangan AS dan Cina dapat menyebabkan kerugian pada ekonomi global dan pertumbuhan AS.
USD jatuh 0,1% menjadi 106,50 terhadap yen, memberikan kembali sebagian dari keuntungan yang dibuat pada hari Selasa, ketika naik 0,6% terhadap mata uang Jepang. Greenback menguat pada yen sehari sebelumnya karena risk appetite meningkat dan indeks utama Wall Street menguat, untuk membantu menstabilkan mata uang AS.
Dianggap sebagai mata uang safe haven, seperti dilansir Reuters hari ini Yen Jepang menarik permintaan di saat ketidakpastian ekonomi. Di sisi lain, melemahkan selera investor untuk aset berisiko terus meningkat.
Terhadap enam mata uang utama, dolar terakhir diperdagangkan di level 90.133, setelah naik tipis dari posisi tertinggi dua minggu di dekat 90,275. Analis mengatakan investor juga fokus pada data payrolls AS dan komentar oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan ini, yang akan membantu menentukan arah dolar.
Euro naik tipis 0,1% menjadi 1,2274 saat melawan USD untuk mendapatkan kembali beberapa pijakan setelah tergelincir 0,3% pada hari Selasa. Mata uang secera umum telah mundur pada hari Selasa setelah survei menunjukkan ledakan manufaktur zona euro tersendat untuk bulan ketiga di bulan Maret, meskipun output tetap kuat.
(akr)