Wika Beton Teken Kontrak Jalan Tol Layang Pertama di Makassar

Kamis, 05 April 2018 - 10:35 WIB
Wika Beton Teken Kontrak...
Wika Beton Teken Kontrak Jalan Tol Layang Pertama di Makassar
A A A
JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) berencana menggarap proyek infrastruktur jalan nasional melalui pembangunan Tol Layang AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan. Perseroan dan PT Margautama Nusantara (MUN) melalui anak perusahaannya PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) telah menandatangani bersama Kontrak Desain & Konstruksi Jalan Tol Layang A.P. Pettarani (Seksi III) Makassar.

Di proyek yang menggunakan skema pembiayaan Proyek Infrastruktur Non Anggaran (PINA) ini WIKA Beton bertindak sebagai kontraktor utama. WIKA Beton mempunyai pengalaman yang relatif banyak dan merupakan perusahaan yang pertama kali menerapkan teknologi jalan layang menggunakan box girder di Indonesia.

"Tol layang ini rencananya akan membentang sepanjang Jalan Andi Pangeran Pettarani hingga Jalan Sultan Alaudin atau sekitar 4,3 kilometer. Keberadaan tol layang ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mempermudah akses transportasi masyarakat menuju bandara dan pelabuhan," bunyi pernyataan pihak perusahaan.

Sebagai jalan tol layang pertama di Makassar, diperkirakan Tol AP Pettarani akan menjadi ikon baru kota Makassar. Di dalam rancangannya,WIKA Beton memaksimalkan lebar jalan eksisting yang terbatas tanpa adanya pembebasan lahan sekitar.

Tak hanya itu, teknologi konstruksi yang akan digunakan pada proyek ini tergolong baru di Makassar. WIKA Beton memilih metode span by span dengan Launching Gantry untuk proses erection box girder serta sistem Bracket sebagai metode kerja pier.

Penggunaan metode ini dianggap efektif menekan risiko gangguan lalu lintas yang mungkin muncul saat proses pengerjaan proyek berlangsung. Durasi pengerjaan proyek pun bisa menjadi lebih cepat dari rencana. Apalagi semua alat Launching Gantry yang digunakan di proyek ini milik WIKA Beton sendiri seperti yang terbukti efektif digunakan di proyek LRT Kelapa Gading dan JLKA Medan-Kualanamu.

Hal ini merupakan salah satu perwujudan visi WIKA Beton untuk menjadi perusahaan terkemuka di bidang Engineering, Production, dan Installation.Proyek prestisius di kawasan Indonesia Timur ini benar-benar memaksimalkan sumber daya lokal yang ada. Bahkan produk beton pracetak box girder yang digunakan dalam proyek ini diproduksi langsung di pabrik WIKA Beton yang berada di Makassar.

Dengan konsep desain yang disertai teknologi inovatif ini, WIKA Beton sangat siap untuk berkontribusi mengerjakan proyek Tol Layang di Makassar tersebut yang akan dimulai pada April 2018 ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Laba Bersih Wika Beton...
Laba Bersih Wika Beton Anjlok 22,33% di Kuartal I 2022
Digugat Praperadilan...
Digugat Praperadilan Mantan Bos Wika Beton, KPK Siap Ladeni
Garap Proyek Konstruksi,...
Garap Proyek Konstruksi, Waskita Beton Gandeng Perusahaan Jepang
Dihajar Pandemi, Kinerja...
Dihajar Pandemi, Kinerja WIKA Beton Bakal Keropos
Bank Mandiri Siapkan...
Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan bagi Supplier Wika Beton
BUMN Karya Bakal Tersisa...
BUMN Karya Bakal Tersisa 7 Perusahaan Besar, Restrukturisasi Wika dan Waskita Hampir Rampung
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved