Rupiah Siang Makin Terperosok, IHSG Berbalik Melemah

Jum'at, 06 April 2018 - 11:54 WIB
Rupiah Siang Makin Terperosok,...
Rupiah Siang Makin Terperosok, IHSG Berbalik Melemah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hingga sesi siang perdagangan, Jumat (6/4/2018) masih melanjutkan tren negatif hingga terperosok semakin dalam. Anjloknya rupiah tidak jauh berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berbalik ke zona merah.

Menurut Yahoo Finance, rupiah hingga perdagangan sesi I berada di posisi Rp13.777/USD atau lebih rendah dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.764/USD. Pergerakan harian Rupiah berada di kisaran level Rp13.762-Rp13.780/USD.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, siang ini bertengger ke level Rp13.779/USD atau tercatat semakin tak berdaya dibandingkan kemarin pada posisi Rp13.767/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.770-Rp13.786/USD.

Pelemahan juga terlihat dalam data SINDOnews bersumber dari Limas, dimana rupiah pada sesi siang berada di level Rp13.773/USD. Mata uang Garuda terlihat terus merosot ke zona merah ketika sebelumnya ada di posisi Rp13.764/USD.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah akhir pekan tertahan dengan penyusutan pada level Rp13.771/USD. Posisi ini memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.767/USD.

Di sisi lain IHSG pada sesi I perdagangan berbalik turun 2,42 poin atau 0,04% menjadi 6.180,81 ketika tadi pagi bursa Tanah Air dibuka bertambah 5,12 poin yang setara 0,08% ke posisi 6.188,35. Sedangkan kemarin, IHSG ditutup menanjak ke level 6.183,2 usai meningkat 26.13 poin atau 0,42%

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan siang ini secara keseluruhan bergerak pada jalur negatif. Penurunan paling parah terjadi pada sektor keuangan yang kehilangan 0,34% diikuti aneka industri menyusut 0,31%. Sementara sektor yang menguat yakni industri dasar mencapai 0,57%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,40 miliar dengan 4,76 juta saham diperdagangkan pada sesi siang hari ini dan transaksi bersih asing minus Rp31,84 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp649,30 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp617,46 miliar. Tercatat 156 saham naik, 167 turun dan 127 saham mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Sementara saham-saham yang melemah yakni PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) dan PT Astra International Tbk. (ASII).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dibuka Melemah, Analis:...
Dibuka Melemah, Analis: IHSG Masih Dibayangi Sentimen Global
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat Terhadap Dolar AS
169 Saham Menguat Pagi...
169 Saham Menguat Pagi Ini, IHSG Terangkat ke Posisi 6.042
IHSG Masih Berkutat...
IHSG Masih Berkutat di Zona Merah Pagi Ini, Dibuka Turun 24 Poin
Pergerakan Indeks Masih...
Pergerakan Indeks Masih Terbatas, IHSG Diprediksi Sideways
Rupiah Melemah Tipis...
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.130 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Berita Terkini
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
1 jam yang lalu
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
1 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
2 jam yang lalu
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
2 jam yang lalu
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
11 jam yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
11 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved