Indonesia Maritime Forum Ganjar KKP dengan Rapor Merah

Jum'at, 06 April 2018 - 16:34 WIB
Indonesia Maritime Forum...
Indonesia Maritime Forum Ganjar KKP dengan Rapor Merah
A A A
JAKARTA - Tepat di Hari Nelayan Nasional ke-58, 6 April 2018, Indonesia Maritime Forum (IMF) mengganjar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan rapor merah. IMF menilai KKP telah gagal dalam membangun dan menyejahterakan nelayan Indonesia.

Dalam kajian atas kebijakan dan kinerja KKP tahun 2014-2018, Indonesia Maritime Forum mencatat sebanyak 12 kegagalan kementerian yang dipimpin oleh Susi Pudjiastuti ini sejak dilantik pada Oktober 2014, khususnya dalam sektor pembangunan dan pemberdayaan nelayan.

Koordinator Indonesia Maritime Forum Sutia Budi menyatakan bahwa peningkatan potensi sumber daya perikanan yang diklaim karena keberhasilan program pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) ternyata tidak dibarengi dengan upaya pemanfaatan yang maksimal sehingga belum memberi dampak bagi kesejahteraan nelayan dan masyarakat Indonesia.

"Saat ini Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia potensi perikanan semakin melimpah, kapal-kapal asing pencuri ikan sudah mulai sepi, namun kapal nelayan Indonesia juga belum banyak beroperasi di sana. Kalau potensi ini tidak segera dimanfaatkan dan kita tidak memiliki kemampuan memanfaatkan, maka sesuai dengan konvensi PBB untuk hukum laut (UNCLOS) negara lain bisa meminta hak akses untuk turut serta memanfaatkan," kata Sutia Budi dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Jumat (6/4/2018).

Berikut ini 12 kegagalan kebijakan dan kinerja KKP yang dicatat oleh Indonesia Maritime Forum dalam upaya membangun dan menyejahterakan nelayan Indonesia. Pertama, KKP dinilai gagal meningkatkan jumlah nelayan Indonesia. Dari waktu ke waktu jumlah nelayan semakin menurun dan banyak dari mereka beralih profesi ke sektor ekonomi lain.

Kedua, KKP gagal menghadirkan solusi komprehensif terkait pelarangan 21 alat tangkap ikan yang digunakan nelayan untuk beroperasi di seluruh Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Republik Indonesia. Ketiga, KKP dinilai gagal memberikan solusi komprehensif terkait pelarangan menangkap lobster, kepiting dan rajungan ukuran tertentu yang mengakibatkan turunnya kesejahteraan nelayan dan banyaknya nelayan beralih profesi ke sektor ekonomi lainnya.

Keempat, KKP disebut gagal memanfaatkan peningkatan potensi sumber daya perikanan yang besar bagi kesejahteraan nelayan. Kelima, KKP kegagalan KKP memanfaatkan sumber daya perikanan membuat ZEE Indonesia terancam dimanfaatkan oleh pihak asing secara legal.

Keenam, KKP dinilai gagal meningkatkan produksi hasil perikanan dan kinerja ekspor perikanan. "Produksi hasil perikanan dan kinerja ekspor perikanan dalam kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti mengalami tren penurunan yang signifikan," kata Budi.

Selanjutnya, KKP dinilai gagal dalam perencanaan dan implementasi kebijakan bantuan kapal bagi nelayan. Kedelapan, KKP disebut lambat dalam pembangunan SKPT (Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu). Kesembilan, KKP dinilai gagal membangun kapasitas nelayan. Kesepuluh, KKP disebut tidak memiliki grand strategy dalam penataan dan perbaikan kampung nelayan. Kesebelas, KKP dinilai gagal dalam penanganan konflik antarnelayan. Terakhir, KKP dinilai gagal dalam membangun sektor budidaya.

Berdasarkan evaluasi tersebut, Indonesia Maritime Forum meminta Menteri Susi Pudjiastuti dan jajarannya di sisa periode yang ada mengevaluasi seluruh kebijakan yang menghambat proses untuk menyejahterakan nelayan dan kebijakan yang menghambat percepatan pembangunan industri perikanan nasional sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) No 7 Tahun 2016.

"Selain itu, KKP harus mulai fokus bekerja dan meningkatkan kinerja untuk membangun armada penangkapan ikan yang kuat, mempercepat pembangunan infrastruktur perikanan yang merata dan membangun kapasitas nelayan agar dapat memanfaatkan potensi perikanan secara maksimal. Apa artinya laut kita kaya kalau kita tidak mampu memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya nelayan," tandas Sutia Budi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Kebijakan KKP Soal Penangkapan...
Kebijakan KKP Soal Penangkapan Ikan Berbasis Kuota Dinilai Membantu Nelayan Kecil
Menteri Trenggono: Pemutakhiran...
Menteri Trenggono: Pemutakhiran HPI Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Tunda Penangkapan Ikan Terukur
11 Nelayan Terdampar...
11 Nelayan Terdampar Asal Rote, Dipulangkan KKP dan Pemerintah Australia
Baru Jabat, Menteri...
Baru Jabat, Menteri KKP Ingin Keliling Indonesia Bertemu Nelayan
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
6 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
13 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved