Norwegia Minati Lapangan Migas Laut Dalam di Indonesia

Kamis, 12 April 2018 - 19:06 WIB
Norwegia Minati Lapangan...
Norwegia Minati Lapangan Migas Laut Dalam di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, Norwegia tertarik untuk berinvestasi di sektor hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. Secara khusus, Norwegia berkomitmen untuk berinvestasi mengembangkan blok migas laut dalam di Papua.

"Norwegia sangat maju dalam (pengembangan) deepwater. Dia akan investasi sebagai operator dan partner. Lapangannya kalau tidak salah ada di Papua Barat," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Menurutnya, ada tiga lapangan migas yang akan dikembangkan Norwegia. Meski begitu, Arcandra tidak menyebut secara rinci lapangan mana saja yang akan dikembangkan.

Selain Norwegia, untuk lapangan migas laut dalam, perusahaan migas Chevron diketahui juga tengah mengembangkan lapangan proyek IDD Tahap 2 Gedalo-Gehem. Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit Chuck Taylor mengatakan, proyek IDD ini akan memaksimalkan aset gas laut dalam. Sebelumya Chevron juta telah mengembangkan proyek IDD pertama di Lapangan Bangka dan telah berproduksi pada Agustus 2016.

"Kami memiliki rekam jejak yang baik dengan pemerintah Indonesia. Kami berharap pengembangan lapangan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan wilayah kami beroperasi," kata dia.

Menurut Deputi Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman, Indonesia memiliki setidaknya 10 blok migas laut dalam yang siap dikembangkan. Dia menyebut, lapangan tersebut antara lain ada di Blok Muara Bakau yang terdiri dari Lapangan Cakra dengan potensi cadangan 394 BSCF, Lapangan Dara dengan potensi 471 BSCF, Lapangan JKNE Miocene dengan potensi 488 BSCF, Lapangan Konta dengan potensi 779 BSCF, Lapangan Meriam dengan potensi 289 BSCF dan Lapangan Kupu-Kupu dengan potensi 106 BSCF.

Selanjutnya adalah Blok East Sepinggan yang terdiri dari Lapanganan Kepik dengan potensi 3,4 TSCF. Lalu Blok East Kalimantan terdiri dari lapangan Serang Utara dengan potensi 13 BSCF dan Lapangan Beratus dengan potensi sebesar 21 BSCF. Selain itu juga ada di Blok Nunukan dengan Lapangan Pasopati dengan potensi sebesar 474 MMSTB. Selanjutnya Blok Ganal, Blok West Papua IV dan Blok West Sebuku.

"Kita berharap blok-blok tadi dapat dikembangkan sehingga dapat meningkatkan produksi migas nasional," ujarnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Banyak Proyek Migas...
Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi, Investasi Tak Capai Target
Tarik Investor Migas,...
Tarik Investor Migas, Kementerian ESDM Pangkas Perizinan
Demi Investasi, Pemerintah...
Demi Investasi, Pemerintah Rela Bagian Harta Karunnya Kian Sedikit
Investasi Sektor ESDM...
Investasi Sektor ESDM Tak Capai Target, Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Migas, Kementerian ESDM Siapkan Insentif dan Kebijakan Baru
Jaga Investasi Hulu...
Jaga Investasi Hulu Migas, Kementerian ESDM Segera Lelang 10 WK Migas di Kuartal III
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved