Penetapan Harga Batu Bara Dalam Negeri Didukung Pelaku Industri

Minggu, 15 April 2018 - 19:17 WIB
Penetapan Harga Batu...
Penetapan Harga Batu Bara Dalam Negeri Didukung Pelaku Industri
A A A
JAKARTA - Ketentuan harga batu bara acuan untuk pasar domestik (domestic market obligation/DMO) sebesar USD70 per ton untuk nilai kalori 6.322 GAR mendapatkan dukungan dari para pelaku industri. Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) menerangkan ‎pelaku pasar siap mengikuti aturan pemerintah dengan meminimalisir masalah yang muncul di pasar dengan tetap mempertahankan kinerja perusahaan di bidang batu bara akibat dari aturan DMO tersebut.

"Kita sebagai pelaku di industri ini pasti support pemerintah dan bekerja sama lebih baik lagi. Saya rasa dari sisi Good Corporate governance kita sudah banyak peningkatan. Sangat beda dari 4-5 tahun lalu, dari sisi komunikasi, saat ini kami juga konsisten mendukung program pemerintah yang ada. Kedepan diharapkan bisa lebih baik lagi," ucap Pandu Patria Sjahrir yang baru dinobatkan kembali menjadi Ketua Umum APBI untuk periode 2018-2021 di Jakarta, Minggu (15/3/2018).

Lebih lanjut, pria yang telah menduduki jabatan tersebut di periode 2015-2018 menegaskan komitmen APBI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kondisi investasi kondusif di industri pertambangan batu bara."Kemudian, APBI bersama anggota 152 perusahaan tambang batu bara lainnya berkomitmen untuk terus berkontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi.

Pembatasan harga DMO tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No. 19/2018 tentang Perubahan Kedua Permen ESDM No. 7/2017 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Logam dan Batubara. Menurut Permen tersebut, harga USD 70 per ton berlaku untuk batu bara dengan nilai kalori 6.322 kcal per kg, total Moisure 8 persen, total Sulphur 0,8% dan Ash 15%.

Menurut dia, kebijakan pemerintah mempunyai nilai dan keinginan positif dalam memberikan harga yang lebih baik serta mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih luas. Meski begitu, tidak bisa dipungkiri aturan tersebut berpengaruh cukup signifikan kepada industri batubara.

"Harga batu bara masih support. Memang DMO terakhir mau tidak mau keinginan pemerintah untuk memberikan harga yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat luas. Dan itu kuta support," tukasnya.

Pandu menambahkan, dirinya ‎akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah dalam berkoordinasi terkait kebutuhan ekspor industri batu bara. "‎Caranya koordinasi ketat dengan ESDM dan minerba, dengan kantor pajak dan dengan perdagangan. Ini sangat penting karena menyangkut ekspor. Kita ingin memberikan laporan yang pas dan tepat," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Batu Bara Masih...
Bisnis Batu Bara Masih Membara, Harganya Diramal Terus Melambung Tinggi
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Gara-gara China, Harga...
Gara-gara China, Harga Acuan Batu Bara Turun di Awal Tahun 2022
Harga Batu Bara Melesat...
Harga Batu Bara Melesat di Bulan Juni 2022 Gara-gara India dan China
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved