Harga Batu Bara Melesat di Bulan Juni 2022 Gara-gara India dan China
Minggu, 05 Juni 2022 - 09:34 WIB
loading...
Harga Batu bara Acuan (HBA) bulan Juni 2022 melesat naik 17% yang disebabkan oleh India dan China, ditambah kondisi geopolitik Eropa imbas konflik Rusia - Ukraina. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Harga Batu bara Acuan (HBA) bulan Juni 2022 naik 17% menjadi USD323,91 per ton dari USD275,64 per ton. Hal ini dikarenakan krisis listrik yang menimpa India akibat gelombang hawa panas turut mengerek permintaan batu bara Indonesia.
"Pemerintah India telah meningkatkan jumlah impor batu bara dikarenakan ketatnya suplai batu bara dari produsen domestik untuk pembangkit listriknya," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, dikutip Minggu (5/6/2022).
Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Tujuh Skema Hilirisasi Batu Bara
Selain dari India, sambung Agung, nilai HBA juga masih dipengaruhi atas kondisi kebutuhan batu bara China . "Permintaan mereka juga naik lantaran PLTU di sana mulai menumpuk stok batu bara untuk musim gugur. Apalagi adanya kebijakan penghapusan pajak impor batubara di Tiongkok selama 9 bulan ke depan," jelasnya.
Faktor penting lain adalah kondisi geopolitik Eropa imbas konflik Rusia - Ukraina. Uni Eropa mengeluarkan kebijakan akan menyetop impor batu bara dari Rusia efektif mulai bulas Agustus mendatang. "Pembeli dari Eropa mulai aktif mencari pasokan batubara dari Asia," singgung Agung.
"Pemerintah India telah meningkatkan jumlah impor batu bara dikarenakan ketatnya suplai batu bara dari produsen domestik untuk pembangkit listriknya," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, dikutip Minggu (5/6/2022).
Baca Juga: Pemerintah Kembangkan Tujuh Skema Hilirisasi Batu Bara
Selain dari India, sambung Agung, nilai HBA juga masih dipengaruhi atas kondisi kebutuhan batu bara China . "Permintaan mereka juga naik lantaran PLTU di sana mulai menumpuk stok batu bara untuk musim gugur. Apalagi adanya kebijakan penghapusan pajak impor batubara di Tiongkok selama 9 bulan ke depan," jelasnya.
Faktor penting lain adalah kondisi geopolitik Eropa imbas konflik Rusia - Ukraina. Uni Eropa mengeluarkan kebijakan akan menyetop impor batu bara dari Rusia efektif mulai bulas Agustus mendatang. "Pembeli dari Eropa mulai aktif mencari pasokan batubara dari Asia," singgung Agung.
Lihat Juga :