Pacu Investasi Eropa ke RI, Perjanjian Dagang EFTA CEPA Dikebut

Rabu, 18 April 2018 - 17:57 WIB
Pacu Investasi Eropa...
Pacu Investasi Eropa ke RI, Perjanjian Dagang EFTA CEPA Dikebut
A A A
JAKARTA - Penyelesaian perjanjian dagang Indonesia-European Free Trade Association/EFTA CEPA (IE-CEPA) menjadi pembahasan serius dalam pertemuan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Menteri Perikanan Norwegia Per Sandberg. Mendag menerangkan ingin agar perjanjian dagang tersebut menguntungkan kedua belah pihak.

"Dari pembicaraan itu ada beberapa pembicaraan, yakni mengenai finalisasi EFTA CEPA dan kita mengupayakan perjanjiannya dapat segera selesai. Karena sudah berjalan lama, 23 April nanti tim akan bertemu kembali untuk membahasnya. Ia menekankan hal ini untuk kepentingan bersama dan ada beberapa hal yang ingin disampaikan," jelas Enggar di Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Indonesia-European Free Trade Association sendiri merupakan sebuah blok dagang alternatif bagi negara-negara Eropa yang tidak bergabung dalam Uni Eropa (UE). Untuk itu, Indonesia pun menargetkan EFTA dapat rampung tahun ini. "EFTA targetnya kita ingin tahun ini, di April kita sepakat jangan garis sejajar beriringan tapi enggak sampe-sampe. Semua kita sepakati kalau misalkan ada masalah baru kita selesaikan," paparnya.

Kerja sama dengan EFTA diharapkan mampu meningkatkan arus investasi dari Eropa ke Indonesia. EFTA sendiri beranggotakan empat negara yaitu Islandia, Norwegia, Swiss, dan Liechtenstein. Data tahun 2016 menunjukkan EFTA menjadi tujuan ekspor terbesar ke-15 dengan nilai USD2,3 juta dan asal impor nonmigas ke-19 dengan nilai USD1 miliar bagi Indonesia.

Total perdagangan Indonesia dengan EFTA mencapai USD3,3 miliar. Selama kurun waktu lima tahun terakhir, neraca perdagangan kedua ekonomi terus meningkat dan pada tahun 2016 Indonesia surplus USD1,2 miliar. Pada tahun yang sama, nilai investasi negara anggota EFTA di Indonesia mencapai USD979,2 juta.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Sempat Tertunda 4 Tahun,...
Sempat Tertunda 4 Tahun, RI Mendorong Perundingan IT-CEPA Dilanjutkan
Lewat IA-CEPA Indonesia...
Lewat IA-CEPA Indonesia Bidik Negara Dunia Ketiga
Korsel Hapus 95,54%...
Korsel Hapus 95,54% Tarif Impor, Produk RI Makin Unggul
Ada IK-CEPA, Transaksi...
Ada IK-CEPA, Transaksi Dagang dengan Korsel Ditarget Rp280 T di 2021
Bersamaan dengan IA-CEPA...
Bersamaan dengan IA-CEPA Ada AHKFTA, Wamendag Jerry Sambuaga: Ini Prestasi
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
5 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved