Krakatau Steel Siapkan Belanja Modal Rp7,5 Triliun

Kamis, 19 April 2018 - 13:34 WIB
Krakatau Steel Siapkan...
Krakatau Steel Siapkan Belanja Modal Rp7,5 Triliun
A A A
JAKARTA - Emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) sepanjang tahun ini, mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD555,7 juta atau setara Rp7,5 triliun (Rp13.500/USD).

Direktur Utama Krakatau Steel, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengatakan capex tahun ini merupakan kelanjutan dari sejumlah proyek yang telah digarap perseroan sejak tahun 2017 lalu.

"Capex tahun ini sekitar USD555,7 juta. Ini merupakan proyek multiyear yang merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya," kata Mas Wigrantoro usai menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Krakatau Steel di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Menurut dia, besaran belanja modal tersebut tidak lepas dari kebutuhan perseroan untuk menunjang kinerja bisnis. Mas Wigrantoro menyatakan, capex sebesar Rp7,5 triliun tersebut akan digunakan juga untuk kebutuhan modal melalui anak usaha KRAS.

"Penambahan capex ini akan digunakan untuk peningkatan kinerja anak usaha, lalu ada pengembangan pabrik baja hot strip mill dua dan beberapa investasi di induk," paparnya.

Terkait sumber pendanaan, menurut dia, akan berasal dari kas internal dan juga pinjaman perbankan. Salah satu sumber kas internal perseroan yaitu berasal dari dan hasil right issue pada 2016 silam. Melalui aksi korporasi ini, KRAS meraup dana segar sekitar Rp1,87 triliun. Kas internal ini nantinya juga akan dikombinasikan dengan pinjaman.

Sekedar informasi, alokasi capex tahun ini lebih kecil dibandingkan capex tahun 2017 lalu yang sekitar USD800 juta. Penurunan ini disebabkan sejumlah proyek penambahan kapasitas yang dilakukan KRAS mulai masuk tahap penyelesaian. Salah satu proyek pembangunan blast furnace complex. Progres proyek ini telah mencapai sekitar 99,43% pada September 2017 silam.

Selain menyiapkan capex Rp7,5 triliun, Perseroan dalam RUPST menyetujui
perubahan susunan pengurus. Tambok P Setyawati S. sebagai Direktur Keuangan KRAS, digantikan oleh Tardi yang sebelumnya menjabat Direktur Retail Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Rahmad Hidayat menduduki jabatan Direktur SDM menggantikan Imam Purwanto. Adapun I Gusti Putu Suryawirawan diangkat menjadi Komisaris Utama KRAS menggantikan Binsar H Simanjutak.

Jajaran direksi KRAS setelah RUPST adalah Direktur Utama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur Keuangan Tardi, Direktur SDM Radmad Hidayat, Direktur Logistik dan Pengembangan Usaha Ogi Rulino, Direktur Produksi dan Teknologi Wisnu Kuncoro dan Direktur Pemasaran Purwono Widodo.

Adapun Dewan Komisaris KRAS setelah RUPST yaitu Komisaris Utama I Gusti Putu Suryawirawan, Komisaris Ridwan Djamaluddin, Komisaris Nanang Pamuji Mugasejati, Komisaris Dadang Kurnia, Komisaris Independen Roy E Maningkas dan Komisaris Independen Nana Rohana.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas-Krakatau Steel...
Pertagas-Krakatau Steel Sinergi Penggunaan Material Pipa Minyak di Blok Rokan
Produksi Meningkat,...
Produksi Meningkat, Penjualan Baja Krakatau Steel Capai 1 Juta Ton
Dapat Gas Murah, Biaya...
Dapat Gas Murah, Biaya Operasi Krakatau Steel Turun 7%
PT KSP Ingin Kembangkan...
PT KSP Ingin Kembangkan Wisata Olahraga di Kota Cilegon
Krakatau Steel Adakan...
Krakatau Steel Adakan Mudik Gratis ke Tasik, Yogya, dan Surabaya
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
42 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
11 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved