Bea Masuk Impor Kemasan Plastik Berpotensi Gerus PPN Industri Mamin

Kamis, 19 April 2018 - 18:59 WIB
Bea Masuk Impor Kemasan...
Bea Masuk Impor Kemasan Plastik Berpotensi Gerus PPN Industri Mamin
A A A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman (mamin) berpotensi mengalami penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga Rp230 miliar. Menurut ekonom hal tersebut bisa terjadi, apabila pemerintah menjalankan usulan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) terkait pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap impor polyethylene therephalate (PET) atau kemasan plastik.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) atau lembaga riset ekonomi Piter Abdullah menjelaskan industri ini, juga mengalami tantangan yang sangat besar yaitu menurunnya daya beli masyarakat dan kepastian bahan baku untuk industri.

Selain itu ada dua dampak terkait BMAD untuk kemasan plastik. Salah satunya biaya industri mamin meningkat sehingga kalangan industri meningkatkan harga jual. Pada akhirnya akan menurunkan permintaan pasar yang berakibat pada turunnya PN dan Pajak Penghasilan (PPh).

"Penurunan permintaan akibat pengenaan BMAD sekitar sebesar 11-12% dengan penerimaan PPN berpotensi menurun sekitar Rp230 miliar," jelas Piter dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (19/4/2018)

Efek lainnya yakni rencana kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan asumsi bahan baku produksi dalam negeri yang memiliki kualitas yang sama dan lebih murah, sehingga industri mamin akan memilih membeli produksi dalam negeri. Akibatnya menurunkan impor dan penerimaan bea masuk akan menurun drastis.

Penerapan pengenaan BMAD menjadikan industri mamin yang mayoritas merupakan perusahaan kecil dan mikro akan paling dirugikan dalam hal penurunan permintaan serta penyerapan tenaga kerja. "Penyerapan tenaga kerja merupakan persoalan potensial yang menjadi isu besar di tahun politik," kata dia.

Rekomendasi penerapan kebijakan BMAD PET terhadap impor pernah diajukan oleh KADI pada 2013. Namun rekomendasi tersebut ditolak oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan berbagai pertimbangan yang tentunya mengarah pada dampak terhadap industri mamin Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kinerja Industri Minuman...
Kinerja Industri Minuman Tahun 2023 Serta Peluang dan Tantangan di Tahun 2024
Industri F&B Melaju...
Industri F&B Melaju Pesat, LNK Jawab Tantangan Lewat Fasilitas Inovatif
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman Lakukan Inovasi Antisipasi Pandemi
Industri Makanan dan...
Industri Makanan dan Minuman 'Dimasak' Menuju Transformasi Digital
25 Tahun Berkiprah,...
25 Tahun Berkiprah, Foodex Fokus Kembangkan Cita Rasa Nusantara
Terapkan 4.0, Produktivitas...
Terapkan 4.0, Produktivitas Industri Mamin Bisa Nanjak Hingga 15%
Berita Terkini
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
1 jam yang lalu
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
1 jam yang lalu
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
2 jam yang lalu
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
2 jam yang lalu
Purbaya Segera Temui...
Purbaya Segera Temui Kepala BGN, Bahas Pemotongan Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
2 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved