Service Management Transportasi di Indonesia Masih Kurang Ideal

Jum'at, 20 April 2018 - 13:00 WIB
Service Management Transportasi...
Service Management Transportasi di Indonesia Masih Kurang Ideal
A A A
JAKARTA - Transportasi bagi orang modern sudah menjadi kebutuhan pokok keempat setelah pakaian, makan, dan rumah. Sayangnya pengelolaan layanan (service management) transportasi publik di Indonesia masih jauh dari memuaskan. Contohnya pengelolaan layanan transportasi kereta api listrik atau commuter line yang masih jauh dari ideal.

Ketua Umum Ikadoksma Usakti Sri Purwanto mengatakan, buruknya service management akibat besarnya pengguna jasa commuter line yang tidak sebanding dengan ketersediaan armada commuter line yang sangat sedikit. Menurutnya, secara umum di Indonesia masih pada tahap pembangunan infastruktur.

“Kita masih tahap membangun jalan, gedung-gedung. Belum membangun orangnya sehingga, service management belum tersentuh,” katanya dalam seminar nasional bertajuk “Pentingnya Service Management di Zaman Now” yang digelar Ikatan Alumni Doktor Service Management Universitas Trisakti (Ikadoksma Usakti) di auditorium Gedung D Universitas Trisakti, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Sarfilianty Anggiani, pembicara lainnya, mengatakan, service management tak dapat dilaksanakan tanpa adanya perubahan pola pikir (mindset) pengelola perusahaan atau lembaga. Pola pikir yang harus diubah antara lain adalah bos menjadi pelayan. “Seorang bos harus menjadi pelayan ketika melayani pelanggan atau masyarakat pengguna jasa mereka. Dia juga harus mendahulukan peran ketimbang wewenang,” ujarnya.

Service management tidak sekadar mengedepankan keramahan tetapi juga memberi solusi atas komplain pelanggan. “Bila ada komplain, customer service tidak sekadar meminta maaf tapi juga menawarkan pilihan solusi,” ujarnya.

Pembicara yang menarik lainnya, Head of Customer Experience Grab Indonesia Cut Noosy memaparkan service management di perusahaan transportasi daring tersebut. Menurutnya, Grab Indonesia menerapkan aturan terkait service management kepada partner-nya yaitu para driver grab bike maupun grabcar. “Kami menekankan aturan yang arus dipatuhi partner demi memuaskan dan keselamatan pengguna angkutan transportasi online,” katanya.

Seminar nasional yang diikuti ratusan mahasiswa dan kalangan profesional tersebut menghadirkan dua sesi dengan masing-masing empat orang pembicara. [aris]
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Audiensi Pimpinan DPR...
Audiensi Pimpinan DPR dengan Serikat Pekerja Angkutan Bahas Pelindungan Transportasi Online
Buka Lapangan Kerja,...
Buka Lapangan Kerja, Partai Emas Uji Coba Layanan Transportasi Daring
Pemprov DKI Pastikan...
Pemprov DKI Pastikan Penataan Stasiun Terintegrasi Berjalan Baik
Bluebird Kenalkan Versi...
Bluebird Kenalkan Versi Aplikasi Terbaru MyBlueBird
Ekosistem Transportasi...
Ekosistem Transportasi Online Terjaga, ORASKI: Jangan Rusak dengan Regulasi Keliru Arah
Cara Mitra Taksi Online...
Cara Mitra Taksi Online Menyiasati Orderan Sepi Saat Pandemi
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
4 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
4 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
4 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
4 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
5 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
5 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved