Belanja Bantuan Sosial Melesat 88% Jelang Pilpres

Selasa, 24 April 2018 - 16:02 WIB
Belanja Bantuan Sosial...
Belanja Bantuan Sosial Melesat 88% Jelang Pilpres
A A A
JAKARTA - Peningkatan belanja bantuan sosial (bansos) secara signifikan, menurut Center of Reforms on Economics (CORE) erat kaitannya dengan momen Pemilu yang bakal digelar. Seperti diketahui Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) bakal digelar pada 2019, mendatang.

(Baca Juga: Hingga Maret 2018, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp233,95 T )

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengatakan, bansos yang meningkat bukanlah suatu yang negatif dan bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Namun, upaya meningkatkan daya beli sejatinya harus dilakukan secara sustainable (berkelanjutan) dan bukan hanya dengan bantuan sosial.

"Tapi menjamin mereka dapat mata pencaharian yang bagus dan sustain. Untuk masyarakat yang sangat miskin, bansos tetap diperlukan. Yang jadi concern kita adalah bansos meningkat jelang tahun politik, itu tidak sustain. Kita kan ingin yang sustain," katanya di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Sementara itu Ekonom CORE Ahmad Akbar Susanto menyebutkan, belanja bansos meningkat drastis di tahun ini yaitu sekitar 88%. Ini sangat mencolok, karena pada kuartal 1/2017 peningkatannya hanya sekitar 13%. "Jika dilihat dari sharenya juga tinggi 23%, hanya kalah oleh persentase realisasi belanja untuk bayar bunga utang," imbuh dia.

Menurutnya, belanja sosial bagus jika memang dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Namun, jika hal tersebut dilakukan dengan maksud tertentu dan secara sporadis, maka itu yang salah.

"Bansos harus dilakukan secara terencana, dan harus jelas. Bukan sambil jalan-jalan terus kasih bansos ke orang-orang. Kupon sembako dibagiin sambil mobil presiden jalan terus polisi sambil lari bagiin kupon. Bukan begitu caranya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belanja Negara Kuartal...
Belanja Negara Kuartal I-2020 Tembus Rp452,4 Triliun
APBN 2026 Disetujui...
APBN 2026 Disetujui DPR, Belanja Negara Tembus Rp3.842,72 Triliun
Ada Platform Pembayaran...
Ada Platform Pembayaran Pemerintah, Belanja APBN Jadi Mudah dan Efisien
Defisit APBN Mei Sentuh...
Defisit APBN Mei Sentuh Rp21 Triliun, Belanja Negara Tembus Rp1.016,3 Triliun
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Berita Terkini
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 menit yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
24 menit yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
33 menit yang lalu
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
56 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
1 jam yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved