RI Berpeluang Jadi 10 Besar Pemegang Saham Bank Dunia

Jum'at, 27 April 2018 - 10:34 WIB
RI Berpeluang Jadi 10...
RI Berpeluang Jadi 10 Besar Pemegang Saham Bank Dunia
A A A
JAKARTA - Indonesia berpeluang menjadi 10 besar pemegang saham Bank Dunia. Bila skenario ini terjadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menancapkan pengaruhnya di Bank Dunia.

“Saya kira ini sejarah bagi bangsa ini, Indonesia dibawa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dapat menancapkan pengaruhnya di Bank Dunia,” ujar Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Rizal Calvary Marimbo dalam keterangannya usai menghadiri Transformasi Arsitektur Financial Global Pasca Bali 2018, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI). Dialog dimoderatori Pengamat Ekonomi-Politik dan pendiri PDBI Senior Christianto Wibisono dan sejumlah pembicara lainnya.

Rizal mengatakan, kegalauan negara-negara berkembang seperti Indonesia selama ini, karena kuatnya pengaruh dan kontrol negara-negara maju melalui Lembaga keuangan multilateral seperti Bank Dunia dan International Monetery Fund (IMF).

Sebab itu, bila nantinya Indonesia mampu menjadi 10 besar pemegang saham, pemerintahan Jokowi berpeluang menancapkan pengaruhnya ke Lembaga keuangan dibawa naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu. “Akan menjadi era yang luar biasa, sebab Indonesia akan sangat diperhitungkan,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui, Sidang ke-37 International Monetary and Financial Committee IMF di Washington DC 21 April 2018 lalu mengeluarkan komunike yang dibacakan oleh Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan yang antara lain menegaskan penuntasan restruktursasi quota saham dan voting power World Bank/IMF dalam paket Review ke-XV.

Restrukturisasi harus tuntas pada April 2019 atau paling lambat pada Annual Meeting Bank Dunia Oktober 2019 di Bali. Annual Meeting tersebut sangat krusial sebab salah satu agendanya menuntaskan transformasi arsitektur finansial global pemegang saham World Bank/IMF.

Salah satu pokok penting pembahasan yakni perubahan quota saham dan voting power. Indonesia berpeluang naik kelas dari peringkat 22 dan masuk 10 besar sebagai pemilik saham Bank Dunia.

Rizal mengatakan, saat ini Indonesia merupakan pemilik saham Bank Dunia terbesar dari Asia Tengara. Saham Indonesia melampaui Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dikatakannya, saat ini episentrum kekuatan ekonomi dunia sudah berpindah dari negara-negara barat ke negara-negara Asia, termasuk Indonesia. “Sebab itu PSI yakin Presiden Jokowi akan sangat konfiden menunjukan pengaruhnya di Annual Meeting Bank Dunia di Bali nanti,” ucap dia.

Soal Utang

Tak hanya itu, Rizal juga mengatakan, penguatan kepemilikan saham nantinya akan berdampak pada kemudahan pengelolaan utang multilateral. “Tentu kalau kita ada masalah dengan utang, solving atau approach management-nya lebih mudah, mungkin ada fasilitas-fasilitas khusus,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, PDBI mengajak seluruh elite Indonesia, termasuk oposisi, untuk memahami makna substantif, momentum einmalig, peluang emas Indonesia sebagai Host Committee Sidang World Bank/IMF di Bali.

Pada tahun 2010, Indonesia berada pada posisi 22 dengan nilai saham sebesar 1,03%. Menurut PDBI sudah selayaknya Indonesia naik kelas kepemilikan quota saham dan voting powernya menjadi 10 besar, yang harus diperjuangkan dalam Review XV yang akan diawali dari sidang Bali 13 Oktober 2018 mendatang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seumuran dan Sama-sama...
Seumuran dan Sama-sama Pemberi Pinjaman, Ini Perbedaan IMF dan Bank Dunia
Hadiri Annual Leaders...
Hadiri Annual Leaders Meeting 2023, Jokowi Tiba di Sydney
Perkuat Strategi Bisnis...
Perkuat Strategi Bisnis Asuransi, MDRT Gelar Annual Meeting Virtual 2021
Skandal Bank Dunia dengan...
Skandal Bank Dunia dengan China Guncang Investor
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas SDM, Bappenas Gelar Puncak Acara SUN Annual Meeting 2021
Annual Meeting ISI 2025,...
Annual Meeting ISI 2025, Dirlantas Polda Kalsel Paparkan Strategi Tangani Kecelakaan
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
27 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved