PUPR Tekankan Pentingnya Akses Air Bersih, 65 Bendungan Dibangun

Jum'at, 27 April 2018 - 17:03 WIB
PUPR Tekankan Pentingnya...
PUPR Tekankan Pentingnya Akses Air Bersih, 65 Bendungan Dibangun
A A A
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menekankan pentingnya membuka akses air bersih saat penutupan Hari Air Dunia 2018 yakni Lestarikan Alam untuk Air. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sekitar 72 juta jiwa dari total 262 juta jiwa penduduk Indonesia tidak memiliki akses air bersih.

Maka guna membuka lebih luas akses air bersih, selain pembangunan 65 bendungan baru, saat ini pemerintah juga menargetkan restorasi 15 danau hingga 2019. Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, rumuskan aksi nyata juga dibangun melalui Dialog Nasional dengan mengusung tema Membangun Komitmen Bersama.

"Restorasi Danau Rawa Pening di Jawa Tengah dan pembersihan hulu Sungai Citarum dari kontaminasi sampah dan air limbah, menjadi fokus pemerintah saat ini. Metodenya, kami gunakan pendekatan Solusiberbasis Alam, sehingga diharapkan masyarakat dapat turut berpartisipasi," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Berbagai upaya pemeliharaan dilakukan di Danau Rawa Pening yang awalnya lebih dari dua pertiga areanya ditutupi enceng gondok. Ada tiga langkah yang dilakukan untuk memulihkan Danau Rawa Pening, di antaranya restorasi, pelestarian (preservasi), dan membangun kembali untuk tujuan tertentu (konservasi).

"Bersama masyarakat, kami lakukan aksi nyata, mulai dari pengerukan danau, pembuatan tanggul pembatas, hingga pembersihan enceng gondok secara rutin," ujar Ir. Sujadi, Komisi V DPR RI.

Hasilnya terang dia, saat ini, tinggal 30% area Danau Rawa Pening yang masih tertutup eceng gondok, "Bahkan lokasinya sudah menjadi obyek wisata yang populer di Jawa Tengah," tambah Sujadi.

Pemerintah sendiri menargetkan Sungai Citarum Layak Minum di tahun 2025. Sejak 10 tahun lalu, Bank Dunia pernah menobatkan Sungai Citarum sebagai salah satu sungai terkotor di dunia.

Ironisnya, lebih dari 27 juta jiwa di wilayah Jawa Barat dan Jakarta justru menjadikan Sungai Citarum sebagai salah satu sumber air untuk kehidupan. "Itulah sebabnya pemerintah menetapkan prioritas untuk memulihkan Sungai Citarum, lewat program Citarum Harum," ungkap Basuki Hadimuljono.

Presiden Joko Widodo menargetkan, di tahun 2025, Sungai Citarum sudah layak dikonsumsi. Langkah nyata juga telah dilakukan Kementerian PUPR untuk membebaskan Citarum dari sampah yakni untuk pengelolaan sampah yang menumpuk di Citarum dibangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung, yang bisa memuat sampah hingga 1,500 ton/hari.

"Namun, sebelum masuk ke TPA, kami lakukan dulu pemilahan sampah atau 3R (reduce, reuse, recycle), sehingga volume sampah di TPA pun tidak sampai menggunung. Sementara air limbahnya, ditampung dalam instalasi penjernihan air untuk kemudian diolah menjadi air bersih," tambah Sri Hartoyo, Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Bersama air hujan, proses penampungan air limbah ini juga bisa menghasilkan energi listrik sekaligus membantu irigasi. Seperti terangkum dalam Sustainable Development Goals (SDG) 6 by United Nations, masyarakat diajak untuk melakukan perubahan demi menjaga keberlangsungan air sekaligus pengelolaan sampah yang bermanfaat, demi tercapainya masa depan dan dunia yang lebih baik di tahun 2030.

Sebagai informasi dalam Dialog Nasional dengan tema Membangun Komitmen Bersama, berbagai institusi turut berpartisipasi dalam diskusi ini, di antaranya Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI); Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung.

Selanjutnya ada juga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia; Direktorat Jenderal Cipta Karya; Wisdom Park oleh Universitas Gajah Mada (UGM) Residences; dan Green Building Council Indonesia, untuk membahas inovasi dan gerakan konservasi air di berbagai daerah krisis air bersih di Indonesia, khususnya Rawa Pening dan Citarum.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
Efisiensi, Kementerian...
Efisiensi, Kementerian PUPR Bersiap Lakukan Reorganisasi Balai
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Menteri Basuki Perbaiki...
Menteri Basuki Perbaiki 2.000 Rumah Tidak Layak Huni di Bengkulu
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Menteri Basuki Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Menteri Basuki Target Jembatan Sei Rampung 2021
Berita Terkini
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
18 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
30 menit yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
58 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
1 jam yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
2 jam yang lalu
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved