BKPM Klaim Investor Tak Khawatir Kondisi Politik RI

Senin, 30 April 2018 - 16:10 WIB
BKPM Klaim Investor...
BKPM Klaim Investor Tak Khawatir Kondisi Politik RI
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim investor tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi politik yang di Indonesia menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Investor justru disebut lebih cemas akan kelanjutan reformasi birokrasi dan perizinan yang dijanjikan pemerintah.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong menuturkan, momentum reformasi perizinan dan reformasi perekonomian menjadi faktor penentu investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Sebab, banyak investor yang masih belum puas dengan reformasi yang dilakukan pemerintah tersebut.

"Sebetulnya dari diskusi saya dengan investor besar terutama, Pilkada 2018 maupun Pileg 2019 belum jadi faktor besar dalam penentuan rencana investasi. Yang jauh jadi faktor besar adalah momentum reformasi perizinan dan reformasi perekonomian yang sat ini masih belum sepenuhnya memuaskan," katanya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Sejatinya, dia menghargai reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah selama ini. Namun Lembong menilai, masih perlu terobosan baru dan lebih besar dari apa yang telah dihasilkan selama ini. Hal ini demi meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia.

Dia mencontohkan, Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dinilainya cakupannya masih sangat terbatas. Sebab, beleid tersebut hanya sebatas mempercepat prosedur untuk TKA bisa bekerja di Indonesia serta mengurangi pungli dan ketidakpastian.

"Tapi dengan ini saja ributnya sudah setengah mati. Jadi, terlepas dari itu teru terang dari sisi modernisasi perekonomian dan mendorong invesasi, kita haru mendorong terobosan yang lebh besar daripada yang sudah kita hasilkan sejauh ini," imbuh dia.

Demikian juga dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai tax holiday. Dirinya menghargai upaya Kementerian Keuangan untuk menyederhanakan prosedur dan mempercepat proses untuk mendapatkan insentif tax holiday dari sebelumnya tujuh hingga sembilan bulan menjadi hanya 14 hari. Namun, insentif tax holiday yang maksimum hanya 20 tahun masih tertinggal dibanding Vietnam dan China yang sudah puluhan tahun memberikan tax holiday selama 30 tahun.

"Tapi saya cukup santai mengenai insentif fiskal, karena menkeu menyampaikan enggak usah khawatir kalau perlu PMK akan terus direvisi sampai kita bisa mengejar ketertinggalan kita dari negara tetangga. Jadi PMK ini permulaan yang baik, tapi jangan berhenti di sini. Harus ada terobosan radikal," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Serabutan Sedot Investasi,...
Serabutan Sedot Investasi, Besar atau Kecil Tetap Dilayani
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Berita Terkini
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
7 menit yang lalu
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
26 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
8 jam yang lalu
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
8 jam yang lalu
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
9 jam yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved