Buka Lebar Pintu Investasi, Ambisi RI Salip Malaysia dan Vietnam
Selasa, 01 Mei 2018 - 12:05 WIB
Buka Lebar Pintu Investasi, Ambisi RI Salip Malaysia dan Vietnam
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, saat ini pemerintah terus fokus untuk menggenjot investasi di semua sektor. Hal ini disebabkan karena Indonesia tidak mau kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam yang sudah lebih dulu menikmati buah dari derasnya arus investasi di negaranya.
Menurutnya, saat ini jumlah investasi yang masuk ke Indonesia masih kalah dengan investasi yang masuk ke Malaysia. Padahal, populasi di Malaysia jauh lebih sedikit dibanding Indonesia.
"Seperti Pak Presiden sampaikan dari sisi FDI (foreign direct investment) dan ekspor kita sudah tertinggal, kita kalah dengan negara saingan tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan bahkan negara seperti Malaysia yang populasinya hanya seperdelapan populasi kita," katanya di Gedung BKPM belum lama ini.
Mantan Menteri Perdagangan ini menuturkan, saat ini Indonesia tengah benar-benar mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga. Ini pun menjadi tantangan sendiri baginya, agar Indonesia bisa mengalahkan negara seperti Malaysia, Vietnam, ataupun Thailand dalam hal investasi dan ekspor.
"Buat saya jadi seru karena ini tantangan, menurut saya ini jelas menggambarkan potensi. Kalau Malaysia saja bisa, saya yakin kita bisa, kalau Vietnam aja bisa saya yakin kita bisa. Jadi enggak ada alasan kita enggak bisa," tandasnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa ekspor dan investasi Indonesia sudah kalah dengan negara tetangga. Ia menerangkan sebagai negara besar, sudah kalah dengan Malaysia, sudah kalah dengan Thailand, sudah kalah dengan Vietnam karena mereka lari cepat.
“Ini hati-hati. Perlu saya ingatkan. Bisa nanti kita kalah dengan Laos, bisa kita kalah dari Kamboja kalau kita terjebak terus pada rutinitas, tidak berani melakukan lompatan-lompatan,” kata Presiden Jokowi.
Menurut Jokowi, kalau mau ada yang mau berinvestasi, buka lebar-lebar. “Apalagi orientasinya ekspor, sudah. Jangan justru izinnya diruwet-ruwetkan, lama-lamain, ditinggal betul kita,” tutur Presiden.
Menurutnya, saat ini jumlah investasi yang masuk ke Indonesia masih kalah dengan investasi yang masuk ke Malaysia. Padahal, populasi di Malaysia jauh lebih sedikit dibanding Indonesia.
"Seperti Pak Presiden sampaikan dari sisi FDI (foreign direct investment) dan ekspor kita sudah tertinggal, kita kalah dengan negara saingan tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan bahkan negara seperti Malaysia yang populasinya hanya seperdelapan populasi kita," katanya di Gedung BKPM belum lama ini.
Mantan Menteri Perdagangan ini menuturkan, saat ini Indonesia tengah benar-benar mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga. Ini pun menjadi tantangan sendiri baginya, agar Indonesia bisa mengalahkan negara seperti Malaysia, Vietnam, ataupun Thailand dalam hal investasi dan ekspor.
"Buat saya jadi seru karena ini tantangan, menurut saya ini jelas menggambarkan potensi. Kalau Malaysia saja bisa, saya yakin kita bisa, kalau Vietnam aja bisa saya yakin kita bisa. Jadi enggak ada alasan kita enggak bisa," tandasnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa ekspor dan investasi Indonesia sudah kalah dengan negara tetangga. Ia menerangkan sebagai negara besar, sudah kalah dengan Malaysia, sudah kalah dengan Thailand, sudah kalah dengan Vietnam karena mereka lari cepat.
“Ini hati-hati. Perlu saya ingatkan. Bisa nanti kita kalah dengan Laos, bisa kita kalah dari Kamboja kalau kita terjebak terus pada rutinitas, tidak berani melakukan lompatan-lompatan,” kata Presiden Jokowi.
Menurut Jokowi, kalau mau ada yang mau berinvestasi, buka lebar-lebar. “Apalagi orientasinya ekspor, sudah. Jangan justru izinnya diruwet-ruwetkan, lama-lamain, ditinggal betul kita,” tutur Presiden.
(akr)
Lihat Juga :