Peranan Importir Sangat Dominan dalam Pemenuhan Kebutuhan di Jateng

Kamis, 03 Mei 2018 - 00:38 WIB
Peranan Importir Sangat...
Peranan Importir Sangat Dominan dalam Pemenuhan Kebutuhan di Jateng
A A A
SEMARANG - Ketua Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPD GINSI) Jateng Budiatmoko menyebutkan, angka impor kumulatif pada bulan Januari-Maret 2018 adalah USD3.249,62 juta. Mengalami kenaikan 19,28% dibandingkan Maret 2017 (year to year) atau sekitar USD171,20 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka ekspor sekitar USD1.620,50 juta.

"Itu artinya peranan importir masih sangat dominan dalam pemenuhan kebutuhan di wilayah Jawa Tengah. Kami berharap pemenuhan kebutuhan ini dalam rangka meningkatkan proses kebutuhan barang dan jasa di dalam negeri khususnya di Jateng, sehingga ke depan angka ekspor kita bisa lebih tinggi dari pada impor," kata Budiatmoko dalam acara Sosialisasi Regulasi Pengawasan Tata Niaga Impor di Post Border yang digelar Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) di Hotel Harris, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/5/2018).

Maka, berkaitan dengan terbitnya Permendag No. 28 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Tata Niaga Impor di luar Kawasan Pabean (post border), GINSI selaku asosiasi gabungan importir seluruh Indonesia menginisiasi kegiatan sosialisasi regulasi pengawasan tata niaga impor di post border.

"Dengan sosialisasi tersebut, kami berharap para importir bisa lebih paham dan mengerti dalam menjalankan kebijakan pemerintah ini. Sehingga arus barang menjadi lebih baik dan tidak ada kendala yang berarti," ujarnya.

Budiatmoko menambahkan, pihaknya ingin berperan aktif dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan proses importasi. Dengan tujuan memberikan pemahaman bagi importir yang ada di Jawa Tengah guna membantu pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan produk ataupun jasa yang tidak ada di Indonesia, memperoleh teknologi yang modern, bahan baku yang lebih murah serta menjaga stabilitas harga.

“Oleh karena itu, kami berharap adanya peningkatan sinergi dari pemda khususnya Disperindag Jawa Tengah, DPMPTSP Jawa Tengah serta stakeholder lainnya supaya mendukung kegiatan GINSI dan mendorong setiap importir yang ada di Jateng untuk masuk menjadi bagian dari anggota GINSI, supaya lebih terkoordinir dengan baik," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
GINSI Apresiasi Inpres...
GINSI Apresiasi Inpres Pembenahan Logistik dan Pengetatan Impor
GINSI Dukung Sikap Kemenperin...
GINSI Dukung Sikap Kemenperin Soal Importasi Baja
Banjir Impor Kosmetik...
Banjir Impor Kosmetik Ilegal, GINSI: Bikin Hancur Industri Lokal!
Ginsi Dorong Sosialisasi...
Ginsi Dorong Sosialisasi Perubahan Aturan Impor Baja
Produksi Baja Nasional...
Produksi Baja Nasional Belum Mampu Imbangi Kebutuhan Industri Pengguna
Tak Ada Faedah, GINSI...
Tak Ada Faedah, GINSI Tolak Biaya Survei Peti Kemas di Depo Empty
Berita Terkini
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
10 menit yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
35 menit yang lalu
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved