Tinjau Padat Karya Tunai di Sleman, Rini Ikut Ngecat Bareng Warga

Senin, 07 Mei 2018 - 10:04 WIB
Tinjau Padat Karya Tunai...
Tinjau Padat Karya Tunai di Sleman, Rini Ikut Ngecat Bareng Warga
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau program padat karya tunai (cash for work) yang dilaksanakan PT Angkasa Pura I (Persero) di Sleman. Program yang bertujuan menyalurkan bantuan CSR dan memberikan kontribusi nyata BUMN di masyarakat ini digelar di Dusun Nologaten, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta.

Rini mengatakan bahwa program ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan memberikan dorongan bagi BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga program ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan saya terus memberikan dorongan bagi BUMN untuk terus memberikan dukungan nyata bagi perbaikan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui padat karya tunai ini," ujar Rini dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Rini bersama-sama rombongan Direktur BUMN menyempatkan diri untuk ikut serta bersama warga Dusun Nologaten mengecat taman dusun dan menebarkan bibit ikan di sungai. Ada sekitar 100 warga yang dilibatkan dalam kegiatan ini untuk membersihkan sungai, mengecat taman, membangun talud, dan menanam tanaman konsumsi warga.

Dalam program padat karya tunai ini, PT Angkasa Pura I sebagai BUMN penyelenggara memberikan bantuan kepada warga Dusun Nologaten Desa Caturtunggal berupa bantuan penghijauan, alat-alat kebersihan aliran sungai, dan kincir air yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik sebagai penunjang penerangan taman sekitar aliran sungai senilai Rp50 juta.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, Dusun Nologaten dipilih menjadi penerima bantuan karena mampu berinovasi dalam mengembangkan potensi demi kemajuan dusun. Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat yang besar dan terus membuat warga dusun semakin giat bekerja.

“Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Angkasa Pura I yang diharapankan dapat bermanfaat membantu dusun ini untuk semakin giat berkarya," kata Faik.

Sebagai informasi, Dusun Nologaten dahulu merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bahkan kondisi di sekitar bantaran sungai tersebut sangat kumuh hingga Bupati Sleman menerbitkan SK Daerah Kumuh untuk Dusun Nologaten.

Sejak tiga tahun terakhir, Dusun Nologaten tumbuh menjadi dusun berkembang dengan beragam potensi, salah satunya adalah peternakan ikan. Ikan nila dan ikan bawal di Dusun Nologaten bahkan dapat mencapai satu ton saat masa panen dengan memanfaatkan pakan ternak dari olahan limbah yang didapat dari sisa-sisa makanan di rumah makan.

Ke depannya, dengan memanfaatkan potensi alam dan kemampuan warganya, Dukuh (Ketua Dusun) Nologaten berencana menjadikan dusunnya sebagai kampung ekowisata.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian BUMN Bakal...
Kementerian BUMN Bakal Gabung Angkasa Pura I dan II
Integrasi Bandara BUMN...
Integrasi Bandara BUMN Dinilai Akan Tingkatkan Daya Saing Indonesia
Kementerian PUPR Kembali...
Kementerian PUPR Kembali Serap Padat Karya Tunai lewat Pamsimas
Mengenal Perbedaan Angkasa...
Mengenal Perbedaan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II
Sukseskan KTT G20, Angkasa...
Sukseskan KTT G20, Angkasa Pura Properti Percantik Terminal dan Instalasi Karya Seni di Bandara Bali
Menteri BUMN Angkat...
Menteri BUMN Angkat Komisaris Baru di PT Angkasa Pura II
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved