Intervensi Rupiah, BI Korbankan Cadangan Devisa Tergerus

Rabu, 09 Mei 2018 - 06:09 WIB
Intervensi Rupiah, BI...
Intervensi Rupiah, BI Korbankan Cadangan Devisa Tergerus
A A A
JAKARTA - Penurunan cadangan devisa (cadev) pada April 2018 menurut ekonom merupakan upaya moneter Bank Indonesia (BI) dalam mengintervensi nilai tukar Rupiah yang belakangan anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Namun sayangnya, meski cadev yang digelontorkan sudah cukup besar belum mampu mengangkat rupiah.

(Baca Juga: Cadangan Devisa April Turun Menjadi USD124,9 Miliar )

Pelemahan rupiah diikuti dengan pertumbuhan ekonomi hanya 5,06% pada kuartal I tahun 2018 untuk menggambarkan potensi peningkatan ekspor dari adanya depresiasi belum terlihat. "Hal ini karena sebagian industri yang berorientasi ekspor pun memerlukan bahan penolong yang harus diimpor (konten impor juga ada) sehingga kurang membantu ekspor," jelas Ekonom Indef Eko Listyanto.

(Baca Juga: Cadangan Devisa Tergerus demi Rupiah Tetap Perkasa )

Sementara ekspor komoditas memang positif, namun nilai tambahnya rendah, jadi untungnya hanya dari selisih kurs saja. Lebih lanjut Ia menerangkan, meski ada faktor global yang mempengaruhi nilai tukar, namun hal ini juga terkait dengan perkembangan fundamental ekonomi (terutama pertumbuhan ekonomi) yang tumbuh di bawah target.

Lebih dari itu, harga minyak dunia semakin menjauh (meleset) dari asumsi makroekonomi di APBN 2018. "Jadi, walaupun ada investment grade tidak banyak membantu karena faktanya ekonomi tumbuh di bawah target. Padahal secara umum ekonomi global tumbuh membaik," kata Eko.

Dia menuturkan, solusinya kedepan yakni target makroekonomi dan target-target APBN direvisi untuk memberi optimisme dan rasionalitas pencapaian target ke pelaku ekonomi. Selain itu, mendorong potensi ekonomi domestik, sebagai pengganti makin mahalnya barang penolong/baku dari impor. "Sedangkan dalam jangka panjang perlu fokus memperbaiki defisit transaksi berjalan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :
wa-channel
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Asyik, Kenaikan Cadev...
Asyik, Kenaikan Cadev Bakal Dorong Stabilitas Rupiah
Gegara Jaga Rupiah,...
Gegara Jaga Rupiah, Cadangan Devisa April 2024 Turun Jadi USD136,2 Miliar
Dibekingi Pertumbuhan...
Dibekingi Pertumbuhan Ekonomi, Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp14.876
Cadangan Devisa Meningkat...
Cadangan Devisa Meningkat Jadi Doping Buat Rupiah Lawan Dolar AS
Top! BI Didapuk Sebagai...
Top! BI Didapuk Sebagai Pengelola Cadangan Devisa Terbaik
Isu Kenaikan PPN Ikut...
Isu Kenaikan PPN Ikut Seret Pelemahan Mata Uang Garuda
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
10 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
27 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved