REI Tawarkan Investasi Properti Ratusan Triliun Rupiah

Kamis, 10 Mei 2018 - 06:09 WIB
REI Tawarkan Investasi...
REI Tawarkan Investasi Properti Ratusan Triliun Rupiah
A A A
JAKARTA - Lima negara menyatakan berminat untuk melakukan investasi di sektor properti dan industri pendukungnya. Kelima negara itu: Arab Saudi, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Jepang dan Korea Selatan.

"Tidak hanya di sektor perumahan, tapi juga sektor leisure," ungkap Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Ketertarikan investor dari lima negara tersebut disampaikan saat delegasi Indonesia menghadiri kongres Real Estate Dunia atau Federation Internationale des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) awal Mei 2018 di Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut Soelaeman, dalam pertemuan di Dubai, REI menawarkan kerja sama proyek-proyek properti kepada para investor di Dubai. Terdapat 16 proyek dengan total Rp128,96 triliun.

Ke-16 proyek properti nasional yang ditawarkan REI dalam Indonesia Dubai Realestat Investment Forum antara lain, proyek Anai International Resort di Padang (Sumatra Barat), Mandeh Resort Paradise di Mandeh (Sumatra Barat), Tanjung Buton Forest City di Dumai (Riau), Alam Sutera Realty di Serpong (Banten), dan Garuda Wisnu Kencana di Bali.

Kemudian proyek Citra Plaza Kemayoran City di Jakarta, Citra Towers Kemayoran Business District di Jakarta, Kota Jababeka di Cikarang (Jawa Barat), Eureka Creative City di Jakarta, Jimbaran Village di Bali, Multi Business Strategy di Jakarta, Integrated Concept Office SOHO Residensial di Tangerang Selatan (Banten), Pekanbaru Park di Riau, dan Housing Finance Company.

"Kami juga mengenalkan tourism development dan sistem pemerataan ekonomi melalui pengembangan 10 kota baru, 10 destinasi wisata baru dan 10 kawasan ekonomi khusus kepada para investor," tegas Soelaeman.

Dia menambahkan, Indonesia akan menjadi Tuan Rumah FIABCI December Meeting and Global Business Summit di Bali, pada 7-11 Desember 2018 mendatang. Di pertemuan tersebut akan dibahas menenai affordable housing and sustainable tourism development.

Karena hanya di Indonesia, penyediaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah dilakukan berkolaborasi dengan swasta. Salah satunya melalui Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu. Banyak pengembang dunia yang menaruh minat berbagi pengalaman dengan Indonesia dalam penyediaan rumah terjangkau.

Di pertemuan di Bali, kata Soelaeman, juga akan menjadi momentum untuk mengenalkan potensi sektor properti berbasis pariwisata kepada dunia internasional.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anggaran Bangun Rumah...
Anggaran Bangun Rumah MBR 2024 Hanya Rp17 T, Bagaimana Nasib Program Sejuta Rumah?
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Permudah Masyarakat...
Permudah Masyarakat Punya Rumah, Ini Saran Rocker Gaek Era '80-an
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Berita Terkini
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
22 menit yang lalu
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
1 jam yang lalu
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
2 jam yang lalu
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
2 jam yang lalu
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
11 jam yang lalu
Menghadapi Tekanan Ekonomi,...
Menghadapi Tekanan Ekonomi, Agen Asuransi Jiwa Terus Tingkatkan Kapasitas lewat MDRT Day 2026
12 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved